Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bantu Ratusan Mahasiswa Kuliah lewat Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Baznas Ngawi Raih Penghargaan Bergengsi

Latifatul Afifa • Senin, 29 September 2025 | 22:25 WIB
Baznas Ngawi meraih penghargaan di Radar Madiun Awards 2025.
Baznas Ngawi meraih penghargaan di Radar Madiun Awards 2025.

Jawa Pos Radar Madiun - Inovasi Baznas Ngawi dalam tiga tahun terakhir mengalami perkembangan signifikan. Programnya selalu mendukung visi dan misi Pemkab Ngawi.

Saat pemerintah tidak bisa menangani langsung suatu kebutuhan, Baznas hadir mengambil peran.

Lembaga itu mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk disalurkan sesuai ketentuan agama.

“Tugas kami memberdayakan zakat untuk kesejahteraan masyarakat, termasuk pengentasan kemiskinan,” kata Ketua Baznas Ngawi Samsul Hadi.

Ada lima program prioritas yang dijalankan. Meliputi, Ngawi Cerdas, Ngawi Makmur, Ngawi Peduli, Ngawi Sehat, dan Ngawi Taqwa.

Dua program yang disebutkan di awal menjadi fokus utama.

Program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) menjadi andalan dengan membantu 480 mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk kuliah di berbagai perguruan tinggi.

“Kami yakin jika satu keluarga memiliki satu sarjana, angka kemiskinan akan menurun,” ujarnya.

Selain pendidikan, Baznas Ngawi menyediakan pinjaman tanpa agunan dan bunga bagi pedagang pasar dengan plafon Rp 1–10 juta.

Hingga kini, 148 pedagang telah terbantu. Program itu juga mendapat dukungan modal Rp 1,3 miliar dari Baznas RI.

Baznas Ngawi juga mengelola 100 hektare lahan lumbung pangan. Lalu, membina 29 peternak ayam potong agar ke depan menjadi muzakki.

Pada 2024, Baznas mendukung pembangunan 76 rumah tidak layak huni (RTLH) dan menargetkan 100 rumah pada 2025.

Sebanyak 41 UMKM juga mendapatkan bantuan peralatan dan pendampingan usaha.

Samsul mengatakan, pihaknya akan meluncurkan program Z-Mart di salah satu pondok pesantren di Ngawi kota.

Jika berhasil, program itu bakal diperluas ke pesantren lain. Pihaknya berencana meng-cover biaya kesehatan marbot masjid yang belum memiliki asuransi.

“Intinya kami ingin zakat menjadi produktif dan hasilnya kembali kepada mustahik,” tutup Samsul. (ifa/cor/*)

Editor : Mizan Ahsani
#baznas #pelayanan #Penghargaan #ngawi #zakat #inovasi