Jawa Pos Radar Ngawi – Puluhan siswa SMKN 1 Sine dan SMP Muhammadiyah 4 Ngawi dilarikan ke puskesmas, Rabu (1/10).
Mereka mengalami gejala mual, pusing, sakit perut, hingga kejang-kejang setelah mengonsumsi makanan program makan bergizi gratis (MBG) sehari sebelumnya.
Data sementara mencatat 51 siswa menjadi korban. Mereka tersebar dari kelas X, XI, dan XII SMKN 1 Sine.
Para siswa dirawat di Puskesmas Sine, Ngrambe, Tambakboyo Mantingan, dan Klinik Aisyiyah Sine.
“Rasanya mual dan pusing,” tutur Meilani, siswi kelas XI SMKN 1 Sine.
Sementara Sri Lestari, orang tua siswa, awalnya mengira anaknya hanya masuk angin.
Namun, kondisi semakin parah setelah mengikuti upacara pagi.
“Sejak malam sudah tidak enak badan, tapi keesokan harinya tetap berangkat sekolah. Setelah upacara, langsung drop,” jelasnya.
Kepala SMKN 1 Sine Agus Setyabudi menuturkan, gejala bermula setelah pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila.
Sejumlah siswa mengeluh sakit perut dengan diare.
Jumlah korban terus bertambah hingga pihak sekolah panik dan melarikan mereka ke puskesmas.
“Ada yang sampai pingsan dan kejang-kejang,” ungkapnya.
Menu MBG yang disajikan sehari sebelumnya berupa nasi, ayam bumbu lada hitam, sayur brokoli, dan kacang koro.
Total sekitar 1.000 siswa mendapat jatah makanan dari dapur SPPG Jendela Cahaya Kebaikan, Desa Jagir, Sine.
“Untuk memastikan penyebabnya, Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium,” terang Agus. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto