Jawa Pos Radar Ngawi – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jendela Cahaya Kebaikan di Desa Jagir, Sine, berhenti beroperasi, Kamis (2/10).
Penghentian sementara itu dilakukan pascakejadian dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa SMKN 1 Sine.
Kepala SMKN 1 Sine Agus Setyabudi membenarkan tidak ada distribusi MBG pada Kamis.
“Hari ini tidak ada kiriman MBG, siswa makan bekal sendiri maupun di kantin,” ujarnya.
Pantauan di sekolah, proses belajar-mengajar kembali normal.
Namun, Agus mencatat sekitar 130 siswa tidak masuk kelas dengan alasan sakit.
Pihak sekolah masih menelusuri apakah sakit yang dialami berkaitan dengan dugaan keracunan atau faktor lain.
“Kami masih berupaya menghubungi orang tua untuk memastikan penyebabnya,” tambahnya.
Sehari sebelumnya, Rabu (1/10), jatah MBG sudah dikirim.
Namun, tidak sempat dimakan dan 1.106 porsi dikembalikan ke dapur SPPG.
Sejumlah orang tua mengaku trauma dan menolak program tersebut.
“Lebih baik saya bawakan bekal sendiri dari rumah, meskipun hanya tempe dan sayur bayam,” tutur Rani Agustina, wali murid.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan penghentian dapur SPPG bukan keputusan pemerintah daerah.
“Pertimbangannya berasal dari pihak BGN atau SPPG untuk evaluasi. Jadi bukan dari pemda,” jelasnya.
Dapur SPPG Jendela Cahaya Kebaikan sebelumnya memasok makanan bergizi untuk 2.600 siswa di Kecamatan Sine sejak 22 September.
Dari jumlah itu, 1.106 porsi dialokasikan untuk SMKN 1 Sine, sementara sisanya untuk tiga sekolah lain. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto