Jawa Pos Radar Madiun – Tahapan audisi Festival Dai Cilik 2025 tingkat SMP/MTs resmi dimulai sejak Rabu (8/10).
Puluhan pendakwah muda dari berbagai daerah di Madiun saling menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menyampaikan ceramah.
Pada Senin (13/10), giliran peserta dari Kabupaten Ngawi yang tampil dalam babak audisi.
Setiap peserta diberi waktu lima menit untuk membawakan ceramah dengan pilihan tema yang telah disiapkan panitia.
Penampilan mereka dinilai oleh tiga juri dari kalangan praktisi public speaking, media, serta Kementerian Agama (Kemenag).
Salah satunya adalah Hafizh Putra Pratama, peserta dari SMP Muhammadiyah 4 Ngawi.
Ia membawakan ceramah berjudul “Cerita Rasulullah Ada Perempuan Kafir yang Membawa Buah Jeruk.”
Dalam ceramahnya, Hafizh menekankan teladan akhlak Rasulullah yang penuh kesabaran meski menghadapi perilaku buruk dari orang lain.
Menurut Hafizh, mengikuti audisi ini terasa “dredeg” atau menegangkan. Namun, ia senang karena bisa melatih mental dan menambah pengalaman berharga di depan banyak orang.
Dari rangkaian babak audisi, para peserta yang lolos akan dipilih menjadi 30 dai cilik terbaik untuk melaju ke grand final.
Festival ini tak sekadar lomba, tetapi juga ajang menumbuhkan generasi muda yang berakhlak dan cinta dakwah.
Direktur Jawa Pos TV Madiun Ockta Prana mengapresiasi 81 peserta audisi Festival Dai Cilik Tingkat SMP/MTs sederajat asal Ngawi.
Jumlah peserta ini terbanyak se-Madiun Raya. "Luar biasa antusias peserta event ini di Ngawi, kami ucapakan terima kasih support Mas Ony (Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Red) dan kepala kemenag Ngawi untuk kesuksesan dan kelancaran audisi," ujarnya.
Ockta Prana menambahkan Festival Dai Cilik rutin digelar Jawa Pos Radar Madiun dan Jawa Pos TV Madiun.
Event ini menjadi ruang dan wadah bagi talenta-talenta hebat dai/daiyah asal Kabupaten Ngawi agar lebih kompetitif.
"Terus belajar dan berkembang para peserta Festival Dai Cilik, semoga menjadi dai/daiyah hebat yang selalu istiqomah ke depannya," ujarnya. (ghiska-mg-pnm/naz)
Editor : Mizan Ahsani