Jawa Pos Radar Ngawi – Kejayaan Bukit Kerek Indah di Desa Kerek, Kecamatan Ngawi, kini tinggal cerita.
Objek wisata alam yang dulu sempat viral karena panorama indahnya itu kini sepi dan terbengkalai.
Rumput liar tumbuh tinggi menutupi jalan menuju puncak. Dedaunan kering berserakan di area wisata.
Fasilitas umum seperti musala, toilet, kolam renang, pendapa, hingga gazebo tampak rusak.
’’Sudah lama tidak ada yang mengelola. Sekarang sepi dan tidak menarik lagi,’’ ujar Jasmadi, warga setempat, Rabu (15/10).
Kondisi tersebut membuat pengunjung enggan datang. Wahana permainan rusak, besi ayunan berkarat.
Padahal, dulu Bukit Kerek Indah menjadi salah satu sumber pendapatan desa.
’’Sayang sekali kalau dibiarkan begini,’’ imbuh Jasmadi.
Menurut Ahmad Yusuf, warga lainnya, penurunan jumlah pengunjung terjadi sejak pengelolaan berpindah dari karang taruna ke pemerintah desa.
’’Dulu tiketnya Rp3 ribu, motor Rp2 ribu, mobil Rp5 ribu. Sekarang gratis, tapi malah tidak ada yang datang,’’ katanya.
Sebenarnya, dari puncak bukit tersaji pemandangan alam Ngawi yang memukau.
Namun tanpa perawatan, pesonanya memudar.
’’Semoga pemdes bisa memperbaiki dan menghidupkan lagi tempat ini,’’ harap Ahmad.
Terpisah, Kepala Desa Kerek Bayu Onggo Baskoro mengakui penurunan aktivitas wisata mulai terjadi sejak pandemi Covid-19.
’’Selama pandemi, tempat wisata ditutup hampir tiga tahun. Setelah itu, makin sepi dan tidak terawat,’’ ujarnya. (ulul rubiyatun/sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto