Jawa Pos Radar Ngawi – Setelah bertahun-tahun tertutup eceng gondok, air di Kali Mati kawasan Taman Candi Ngawi kini mulai terlihat kembali.
Perubahan itu terjadi usai aksi bersih-bersih Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama jajaran dalam peringatan World Cleanup Day (WCD) 2025.
Sukadi, Koordinator Pedagang Taman Candi, menuturkan bahwa dulu Kali Mati dikenal sebagai wisata air.
Warga bahkan menyediakan perahu bagi pengunjung sebelum air surut dan tertutup tanaman liar sejak 2022.
“Sejak itu tidak ada perawatan, hanya bagian taman saja yang dirawat,” ujarnya, Jumat (17/10).
Kini, embung tersebut dimanfaatkan warga untuk memancing.
Beberapa jenis ikan seperti nila dan gurame sering didapat.
Namun, Sukadi berharap pembersihan berlanjut hingga embung benar-benar bisa kembali berfungsi sebagai ruang publik dan tempat wisata air.
“Semoga ada anggaran untuk mengelola dan merawat embung ini agar bisa jadi wisata air lagi,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi, Dodi Aprilasetia, memastikan pembersihan tidak berhenti di kegiatan WCD saja.
Petugas kini dikerahkan setiap hari untuk menyingkirkan eceng gondok secara bertahap.
“Meski baru mampu membersihkan sekitar satu sampai dua meter, targetnya akhir tahun Kali Mati bersih,” jelasnya.
Dodi menambahkan, pembersihan dilakukan manual tanpa alat berat karena area tertutup tanaman selama lebih dari tiga tahun.
“Dulu kawasan Taman Candi ini ramai dan bersih. Sekarang kami coba kembalikan supaya masyarakat tertarik datang lagi,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto