Jawa Pos Radar Ngawi – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Ngawi terus memperkuat pengawasan untuk menjamin keamanan pangan bagi siswa penerima program.
Penanggung jawab Satgas MBG Mokh Sodiq Triwidiyanto menegaskan, keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
Sodiq mengatakan, Satgas MBG telah berkoordinasi dengan seluruh koordinator SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi) untuk mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Salah satu langkah percepatan ditempuh lewat aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu (SIPPADU) milik DPMPTSP Ngawi.
“Kita gunakan jalur SIPPADU agar waktunya lebih singkat dibanding OSS RBA, tapi tetap sesuai standar dan tahapan yang ditetapkan,” ujarnya, kemarin (20/10).
Melalui SIPPADU, proses verifikasi dan pendampingan bagi pengelola SPPG bisa dilakukan lebih cepat.
Termasuk pelatihan penjamah makanan dan edukasi penyajian pangan sehat.
Langkah ini, kata Sodiq, menjadi bagian dari strategi Satgas MBG agar seluruh SPPG di Ngawi segera mengantongi SLHS.
“Kami ingin risiko insiden seperti keracunan massal di Kecamatan Sine yang sebelumnya terjadi dapat diminimalkan,” tegasnya.
Terkait SPPG yang sempat ditutup sementara akibat temuan bakteri, Sodiq menegaskan kewenangan penghentian maupun pembukaan kembali sepenuhnya berada di pemerintah pusat.
Satgas di daerah fokus pada pembinaan dan percepatan perizinan.
“Tim kesehatan juga kami libatkan langsung dalam tahapan SLHS agar setiap proses berjalan sesuai prosedur,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto