Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana revitalisasi Pasar Beran resmi tercoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sebelumnya tertuang dalam Perpres 80/2019.
Dengan hilangnya dukungan pemerintah pusat, Pemkab Ngawi kini berupaya melanjutkan pembenahan secara bertahap menggunakan APBD.
“Benar, Pasar Beran tidak masuk PSN lagi. Namun kami upayakan sedikit demi sedikit ada perbaikan lewat APBD, termasuk tahun ini,” ujar Kepala DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam Sulandrianingrum, Selasa (21/10).
Sebagai langkah awal, DPPTK Ngawi akan memperbaiki los dagang sisi timur, belakang, dan utara.
Desainnya berupa los terbuka tanpa sekat dengan rangka besi holo dan atap spandek.
Selama pengerjaan, aktivitas pasar tetap berjalan tanpa relokasi pedagang karena seluruh pekerjaan dilakukan di workshop.
“Anggaran Rp193 juta sudah dialokasikan, dengan waktu pelaksanaan hingga 7 Desember 2025,” ungkap Nilam.
Pemkab menegaskan tetap berkomitmen melanjutkan revitalisasi Pasar Beran agar fasilitas dagang lebih representatif.
Pasar seluas 1.840 meter persegi itu memiliki 52 kios, 211 los, dan 192 dasaran.
“Perbaikan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” tambah Nilam. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto