Jawa Pos Radar Ngawi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi memastikan enam unit early warning system (EWS) atau alat peringatan dini banjir di sejumlah titik rawan berfungsi dengan baik.
Pengecekan dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Desember mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Prila Yudha Putra menjelaskan, enam unit EWS tersebut terpasang di kawasan langganan banjir, terutama di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun.
Dua di antaranya berada di Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, dan Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, sementara empat unit lainnya tersebar di titik strategis lain.
’’Wilayah itu termasuk daerah rendah dan rawan banjir, sehingga pemasangan EWS difokuskan di sana,’’ katanya, Selasa (28/10).
Menurutnya, keberadaan EWS sangat vital. Alat ini berfungsi memberikan peringatan dini kepada warga ketika debit air sungai meningkat.
Saat air mencapai batas tertentu, sistem akan otomatis membunyikan sirine dengan tiga level peringatan: waspada, siaga, dan awas.
’’Sirine dikontrol dari kantor BPBD dan akan berbunyi otomatis sesuai kondisi lapangan,’’ ujarnya.
Selain pengecekan alat, BPBD juga rutin memberikan pelatihan kesiapsiagaan kepada warga sekitar agar memahami makna dan respon terhadap setiap sinyal peringatan.
’’Langkah ini penting agar masyarakat segera melakukan evakuasi bila sistem memberi tanda bahaya,’’ tambahnya.
Prila memastikan seluruh EWS berfungsi optimal.
Meski demikian, dia berharap alat tersebut tidak sampai digunakan.
’’Harapan kami, alatnya tetap siaga, tapi tidak perlu aktif. Artinya semoga tidak ada bencana yang datang,’’ pungkasnya. (ululrubiyatun/sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto