Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Desa (Pemdes) Macanan, Kecamatan Jogorogo, terus berinovasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Melalui BUMDes Macanan, desa ini mulai mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai upaya memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat secara berkelanjutan.
Pengurus BUMDes Macanan Arifin Izqian menyebut, sektor peternakan ayam dipilih karena memiliki potensi besar dan kebutuhan yang terus meningkat.
“Pertimbangan kami adalah kebutuhan telur ke depan akan naik, terutama untuk mendukung program pemberian makanan bergizi tambahan atau MBG,” ujarnya.
Baca Juga: Kakek 73 Tahun Ditemukan Tewas di Gang Madiun, Diduga Jatuh Saat Antar Pesanan Bebek
Arifin menambahkan, telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mudah dijangkau masyarakat.
Dengan memproduksi telur sendiri, desa dapat menjaga ketersediaan pangan sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Semoga bisa menjaga pasokan telur yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya di tingkat desa,” tambahnya.
Saat ini, peternakan BUMDes Macanan tengah memasuki tahap awal pemeliharaan. Sebanyak 1.200 ekor ayam dipelihara dan ditargetkan mulai bertelur dalam dua bulan ke depan.
“Kami targetkan minimal 80 persen ayam sudah bertelur,” jelasnya.
Arifin menegaskan, kehadiran peternakan BUMDes diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Selain itu, program ini menjadi wadah pemberdayaan bagi peternak kecil dan menengah.
“Kami juga akan memberikan bimbingan teknis tentang manajemen pemeliharaan ayam petelur, pakan, penanganan penyakit, hingga strategi pemasaran,” paparnya.
Baca Juga: Tiga Pemain Anyar Gabung Laskar Kanjeng Pacitan, Target Juara di Livoli Divisi 1
Kepala Desa Macanan Sujarwo menilai, langkah ini merupakan bentuk nyata kemandirian desa dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Dengan cara ini, kami bisa mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar dan mendorong kemandirian ekonomi melalui BUMDes,” ujarnya.
Sujarwo juga mendorong inovasi sistem peternakan dengan penerapan teknologi ramah lingkungan serta pengembangan produk turunan telur.
“Harapannya, generasi muda tertarik menjadi peternak milenial. Kami siap mendukung dan memberi apresiasi untuk setiap inovasi baru,” pungkasnya. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani