Jawa Pos Radar Ngawi – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al Azhar di Desa Jambangan, Paron, menuai protes warga.
Baru dua minggu beroperasi, air limbah bekas pencucian peralatan makan diketahui mengalir ke saluran irigasi hingga merusak lahan pertanian warga.
Kepala Desa Jambangan Murdoko membenarkan laporan petani soal dampak limbah yang mencemari sawah.
Air bekas cucian bercampur sabun menyebabkan tanah menjadi kurang subur.
“Kami sudah memanggil pelapor dan pihak dapur untuk mediasi,” ujarnya kemarin (30/10).
Dalam mediasi, pihak pengelola dapur MBG yang melayani 2.883 siswa sepakat menghentikan pembuangan limbah ke saluran irigasi.
Air limbah kini dialihkan ke sungai yang tidak digunakan untuk pertanian.
Pengelola juga diwajibkan membuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berkapasitas lebih besar.
“Yang penting jangan sampai mencemari lingkungan dan merugikan petani,” tegas Murdoko.
Pelaksana Lapangan Dapur Mitra SPPG Al Azhar Muizzul Chilmi mengaku bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
Ia mengakui sistem IPAL yang ada tak mampu menampung volume air cucian.
“Air sudah melewati IPAL, tapi kapasitasnya tidak cukup sehingga sempat mengalir ke irigasi,” jelasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto