Jawa Pos Radar Ngawi – Gelombang investasi asing terus mengalir ke Kabupaten Ngawi.
Terbaru, perusahaan asal Taiwan PT Chung Jye resmi membangun pabrik di Desa Karaswetan, Kecamatan Geneng.
Pabrik tersebut diproyeksikan menyerap 5.000–10.000 tenaga kerja lokal.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut, derasnya investasi padat karya menjadi momentum untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
’’Saat ini pertumbuhan ekonomi Ngawi sekitar empat persen. Dengan tambahan investasi baru, kami optimistis bisa tembus delapan persen,’’ ujarnya, Sabtu (1/11).
Menurut Ony, efek berganda investasi besar sangat signifikan.
Selain menekan pengangguran, juga menggerakkan ekonomi lokal.
’’Kalau sepuluh ribu orang bekerja di Ngawi, otomatis mereka makan di Ngawi, ngekos di Ngawi, dan belanja di Ngawi. Artinya, uang berputar di daerah kita,’’ jelasnya.
Ony menargetkan peningkatan pendapatan per kapita warga Ngawi dari Rp28 juta per tahun menjadi Rp40–50 juta dalam lima tahun ke depan.
’’Kalau sudah di atas Rp40 juta per kapita per tahun, berarti kita keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan siap bersaing di level global,’’ tegasnya.
Pemkab Ngawi membuka pintu investasi selebar-lebarnya, namun tetap dengan syarat tertentu.
Yakni investasi padat karya, ramah lingkungan, berbasis teknologi lapangan, dan menggunakan energi terbarukan.
’’Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. Ngawi tetap lumbung pangan nasional,’’ pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto