Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

12 Kecamatan di Ngawi Masuk Zona Merah Bencana Banjir dan Longsor

Asep Syaeful • Kamis, 6 November 2025 | 14:30 WIB
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono meninjau kesiapan alat penanggulangan bencana milik BPBD bersama Forkopimda usai apel siaga bencana, Rabu (5/11). ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono meninjau kesiapan alat penanggulangan bencana milik BPBD bersama Forkopimda usai apel siaga bencana, Rabu (5/11). ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Ngawi masuk kategori rawan bencana pada musim hujan tahun ini.

Wilayah tersebut berpotensi mengalami banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi serta letak geografis yang dilintasi Bengawan Madiun dan Bengawan Solo.

Peringatan itu disampaikan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat apel siaga bencana di halaman Mapolres Ngawi, kemarin (5/11).

Kegiatan tersebut diikuti jajaran TNI, Polri, BPBD, dan lembaga relawan.

“Ngawi sudah memasuki musim hujan. Antisipasi dini harus dilakukan agar penanganan bencana bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Wilayah Sine, Jogorogo, dan Kendal disebut paling rawan longsor karena berada di lereng perbukitan.

Sedangkan Kwadungan, Padas, Pangkur, Geneng, hingga Ngawi Kota berpotensi banjir akibat luapan Bengawan Madiun.

Sementara Mantingan, Widodaren, Kedunggalar, dan Pitu rawan terdampak banjir dari Bengawan Solo.

“Intensitas hujan tinggi di wilayah aliran dua sungai besar ini menjadi perhatian serius kami,” jelas Ony.

Usai apel, bupati bersama Forkopimda meninjau kesiapan alat penanggulangan bencana milik BPBD dan potensi search and rescue (SAR).

Dari perahu karet, pompa air, hingga kendaraan operasional, seluruhnya dipastikan siap siaga menghadapi potensi bencana.

Ony menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dan masyarakat dalam penanganan bencana.

“Kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan. Masyarakat harus tetap waspada dan tidak panik saat terjadi bencana,” pesannya.

Selain kesiapan teknis, pemkab juga menyiapkan layanan pemulihan trauma pascabencana bagi warga terdampak, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

“Kami berharap program ini tidak sampai dijalankan. Semoga Ngawi tetap aman dari bencana,” pungkasnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#Bengawan Madiun #BPBD Ngawi #Bengawan Solo #longsor #Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono #ngawi #SAR Ngawi #banjir