Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dulu Ramai, Kini Sepi! Wisata Embung Sekip Ngawi Tutup karena Air Kolam Kotor

Asep Syaeful • Kamis, 6 November 2025 | 18:30 WIB
Kondisi Embung Sekip di Desa Ngawi tampak sepi dan tak terawat. Kolam renang berair keruh dan fasilitas wisata berhenti beroperasi. DOK RADAR NGAWI
Kondisi Embung Sekip di Desa Ngawi tampak sepi dan tak terawat. Kolam renang berair keruh dan fasilitas wisata berhenti beroperasi. DOK RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Wisata Embung Sekip di Dusun Jetis, Desa/Kecamatan Ngawi, kini sepi aktivitas.

Kawasan wisata yang pernah ramai dikunjungi warga itu tak lagi beroperasi.

Saat ini, hanya beberapa pemancing yang sesekali datang memanfaatkan area embung.

Pintu pagar wisata tertutup rapat. Dari luar tampak kolam renang berair keruh kehijauan, dedaunan kering menumpuk, dan sejumlah fasilitas mulai rusak karena tak terawat.

“Dulu ramai karena sering ada event pemancingan. Sekarang sepi,” kata Suparno, salah satu pemancing yang ditemui di lokasi, Kamis (6/11).

Menurut Suparno, Embung Sekip memiliki potensi besar karena suasananya asri dan fasilitasnya cukup lengkap.

Namun, kurangnya perawatan membuat daya tariknya memudar.

“Padahal tempat ini bagus, sayang kalau dibiarkan mangkrak,” ujarnya.

Warga lainnya, Suparman, menyebut dulu kawasan ini aktif dikelola karang taruna dan rutin menggelar lomba mancing.

“Dulu banyak ikan nila, patin, sampai gurame. Sekarang sudah tidak pernah ditabur lagi,” ungkapnya.

Secara fisik, fasilitas seperti gazebo, prosotan, ayunan, dan perahu masih tampak layak pakai.

Namun, karena tak terurus, kawasan terlihat kumuh dan mulai ditinggalkan pengunjung.

“Sekarang yang datang cuma para pemancing,” imbuh Suparman.

Penutupan wisata tersebut dibenarkan Sekretaris Desa Ngawi Eni Sulitiowati.

Ia menjelaskan, penutupan dilakukan tak lama setelah pembukaan kembali beberapa waktu lalu.

Salah satu penyebabnya, kolam renang belum dilengkapi sistem penyaringan air atau filterisasi.

“Kami khawatir kalau dipakai anak-anak bisa menyebabkan gatal atau masalah kulit lainnya,” ujarnya.

Eni menambahkan, petugas kebersihan sudah tidak aktif, sehingga perawatan berhenti total.

Saat ini pihak BUMDes tengah menyiapkan sistem filterisasi air kolam sebagai bagian dari perbaikan fasilitas.

“Setelah perbaikan selesai, rencananya akan dibuka kembali,” tandasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#Wisata Mangkrak #BUMDes Ngawi #ngawi #wisata Ngawi #pariwisata ngawi #Embung Sekip Ngawi #kolam renang