Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bangunan SD Terbengkalai di Ngawi Akan Diubah Jadi Kantor Desa

Asep Syaeful • Senin, 10 November 2025 | 03:00 WIB
Kondisi bangunan SDN 2 Grudo, Ngawi, yang tak terpakai sejak regrouping dan kini diusulkan untuk dihibahkan ke desa. DOK RADAR NGAWI
Kondisi bangunan SDN 2 Grudo, Ngawi, yang tak terpakai sejak regrouping dan kini diusulkan untuk dihibahkan ke desa. DOK RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi mulai menata ulang aset sekolah dasar (SD) yang tidak lagi digunakan akibat regrouping beberapa tahun terakhir.

Langkah ini dilakukan agar bangunan sekolah yang terbengkalai dapat kembali dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Kepala Dikbud Ngawi Kabul Tunggul Winarno mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan inventarisasi terhadap sejumlah SD yang telah dilebur atau berhenti beroperasi.

“Kami mendata dan menyortir sekolah-sekolah yang sudah di-regrouping,” ujarnya, Minggu (9/11).

Kabul menjelaskan, sebagian besar bangunan SD berdiri di atas tanah kas desa, namun status fisiknya masih tercatat sebagai aset Dikbud.

Karena itu, pemanfaatannya perlu melibatkan pemerintah desa setempat.

“Kalau desa berkehendak memanfaatkan bangunan itu, misalnya untuk pelayanan publik atau kegiatan pemerintahan, kami akan memproses hibah aset tersebut,” terangnya.

Inventarisasi dilakukan bersama koordinator wilayah pendidikan di tiap kecamatan.

Setelah pendataan selesai, Dikbud berencana mengundang camat, kepala desa, DPMD, bagian keuangan, dan inspektorat untuk membahas mekanisme hibah.

Desa yang ingin memanfaatkan bangunan wajib mengajukan permohonan resmi kepada bupati, dilengkapi dokumen seperti bukti kepemilikan, foto kondisi bangunan, dan rencana penggunaan.

“Koordinasi lanjutan dengan para camat dan kepala desa dijadwalkan pekan depan,” imbuh Kabul.

Dia menegaskan, tujuan utama langkah ini agar bangunan sekolah tidak dibiarkan kosong.

“Kalau bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, tentu lebih baik daripada terbengkalai,” pungkasnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#Hibah bangunan #regrouping sekolah #sekolah terbengkalai #ngawi #aset daerah #Dikbud Ngawi #Pemanfaatan Aset