Jawa Pos Radar Ngawi – Pembangunan gedung Satreskrim Polres Ngawi kembali menjadi sorotan.
Hingga minggu ke-24, progres fisik proyek baru mencapai 62,96 persen, jauh di bawah rencana 89,93 persen.
Artinya, pekerjaan tertinggal 26,97 persen dari target.
’’Ini masuk kategori keterlambatan berat,’’ kata Kabid Bina Konstruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti, Sabtu (15/11).
Belum ada langkah tegas yang diambil. Padahal, batas akhir kontrak tinggal 32 hari kalender, yakni 12 Desember 2025.
’’Kami pantau ketat dua minggu ini untuk keputusan akhirnya,’’ ujarnya.
DPUPR mencatat sudah menerbitkan surat peringatan pertama (SP1) kepada kontraktor.
Pada Senin (3/11), dilakukan Show Cause Meeting (SCM) kedua.
Dalam forum itu, kontraktor menyepakati percepatan pekerjaan dan wajib mengejar target dalam tenggat tiga minggu.
Kini proyek memasuki evaluasi minggu kedua.
’’Evaluasinya nanti akhir minggu ketiga November. Dari situ terlihat apakah masih bisa lanjut atau tidak,’’ terang Yesi.
Keterlambatan terbesar dipicu sejumlah komponen utama yang baru dapat dikerjakan atau baru tiba pada akhir November.
Item-item tersebut memiliki bobot besar sehingga progres fisik tidak banyak bergerak.
’’Banyak item pekerjaan yang bobotnya tinggi baru bisa dikerjakan,’’ jelasnya.
Beberapa pekerjaan dengan bobot besar yang belum masuk progres antara lain pemasangan lift yang masih dalam pengiriman dari Tiongkok.
Selain itu, pekerjaan AC, interior, pintu, aula, serta instalasi mekanikal–elektrikal–plumbing (MEP) baru bisa dikejar di akhir bulan.
’’Lift itu masih di kapal perjalanan dari Cina,’’ ungkapnya.
Sementara itu, pekerjaan struktur dan fasad sudah mendekati akhir.
Yesi menyebut fasad gedung telah mencapai sekitar 80 persen, dan sisanya berupa pekerjaan finishing.
Keputusan lanjutan proyek akan ditentukan pada akhir November 2025.
’’Sampai sekarang masih kita beri kesempatan dua minggu ini untuk mengejar,’’ pungkasnya.
Diketahui, pembangunan gedung di samping Masjid Mako Polres Ngawi tersebut merupakan hibah Pemkab Ngawi dengan nilai Rp 8,7 miliar dari APBD 2025.
Proyek dikerjakan CV Mari Bangun Nusantara selama 200 hari kalender di atas lahan seluas 15,8 × 26 meter persegi. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto