Jawa Pos Radar Ngawi – Konsep pembangunan balai latihan kerja (BLK) dan kantor organisasi kepemudaan yang direncanakan berdiri di kawasan Taman Pemuda Soekarno mengalami perubahan.
Pemkab Ngawi terpaksa menyederhanakan desain menyusul penyesuaian anggaran tahun depan.
“Ada pengurangan transfer daerah,” ujar Kabid Bina Konstruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti, Minggu (16/11).
Yesi menyebutkan, desain awal BLK yang cukup lengkap kini direvisi menjadi lebih fungsional.
Jika sebelumnya memiliki sejumlah fasilitas pelatihan, kini difokuskan pada bangunan inti.
“Hanya satu ruang kelas dan satu kantor. Yang penting bisa berfungsi dulu,” terangnya.
DPUPR menaksir kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk pembangunan BLK dan kantor kepemudaan.
Lokasi BLK direncanakan berada di belakang hutan Trembesi.
Sementara kantor kepemudaan akan berdiri di bagian belakang Taman Pemuda Soekarno.
“Untuk waktu pembangunan belum ada kepastian, tapi perencanaannya tahun depan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Taman Pemuda Soekarno masih menjadi ruang publik favorit.
Warga memanfaatkan taman sebagai lokasi rekreasi dan bersantai di sekitar patung Soekarno yang menjadi ikon kawasan tersebut.
“Tempatnya bagus dan luas,” ujar Aji, warga Karangjati.
Aji menyebut taman semakin ramai pada Minggu pagi.
Ia berharap ada penambahan tanaman hias agar kawasan lebih teduh dan menarik.
“Cocok buat rekreasi sekaligus edukasi,” ungkapnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto