Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Minat Baca Ngawi Turun, Ini Penyebab dan Langkah Pemkab untuk Memperbaikinya

Asep Syaeful • Jumat, 21 November 2025 | 19:50 WIB
Pengunjung memilih buku di Perpustakaan Ngawi saat jam layanan perpustakaan berlangsung. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
Pengunjung memilih buku di Perpustakaan Ngawi saat jam layanan perpustakaan berlangsung. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Minat baca warga Kabupaten Ngawi perlu perhatian serius.

Data dinas perpustakaan dan kearsipan (disperpusip) setempat mencatat tingkat kegemaran membaca (TGM) turun 1,25 persen dari 2023 ke 2024.

Pada 2023, TGM berada di angka 73,5 persen. Setahun kemudian merosot menjadi 72,25 persen.

Penurunan juga terlihat pada indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) dari 65,3 menjadi 61,37.

“Yang tahun ini masih dalam proses survei,” ujar Kabid Perpustakaan Disperpusip Ngawi Yetty Nilam Sulandriana, Jumat (21/11).

Yetty menyebut salah satu faktor yang memengaruhi turunnya kunjungan adalah jam pelayanan perpustakaan yang bersamaan dengan jam belajar sekolah.

Perpustakaan beroperasi pukul 08.00–15.00.

“Ketika anak sekolah pulang, kami juga sudah tutup,” katanya.

Kunjungan pelajar biasanya turun signifikan menjelang masa ujian.

Kendati begitu, perpustakaan tetap dikunjungi siswa dari jenjang SD hingga mahasiswa.

Untuk mendekatkan layanan literasi, disperpusip mengoperasikan perpustakaan keliling ke sejumlah SD di kecamatan.

“Khususnya sekolah-sekolah yang telah bekerja sama,” imbuhnya.

Upaya lain ialah program antar-jemput siswa kelas 4–6 SD ke perpustakaan daerah.

Mereka tidak hanya membaca buku, tetapi juga belajar komputer sebagai penguatan literasi digital.

Namun, program ini masih terbatas karena kendala armada dan SDM.

“Baru sekitar empat SD dalam kota yang bisa kami layani,” ungkap Yetty.

Disperpusip juga melengkapi fasilitas ruang baca dan membuka layanan peminjaman buku untuk masyarakat.

Yetty berharap rangkaian program itu dapat menumbuhkan kembali budaya baca sejak dini.

“Harapannya semakin banyak siswa dan masyarakat yang datang untuk menambah ilmu pengetahuan,” pungkasnya. (ululrubiyatun/sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#minat baca Ngawi #Disperpusip Ngawi #ngawi #literasi Ngawi #budaya baca siswa #perpustakaan keliling Ngawi #literasi digital #TGM Ngawi