Jawa Pos Radar Madiun – Rampungnya pembangunan Jalan Raya Kwadungan berdampak pada penyesuaian program infrastruktur di desa sekitar.
Salah satunya Desa Dinden, Kecamatan Kwadungan. Melalui musyawarah desa, disepakati bahwa pembangunan gorong gorong yang awalnya direncanakan di Dusun Dinden 2 dialihkan ke jalan utama.
“Ini diprioritaskan untuk mendukung sektor pertanian yang berada dekat jalan besar tersebut,” ujar Sekretaris Desa Dinden, Tramuji.
Secara umum, jalur utama di sepanjang Jalan Raya Kwadungan melintasi area persawahan sejumlah desa dan menjadi akses mobilitas pertanian.
Untuk memasuki lahan persawahan, warga harus melewati saluran drainase jalan raya. Karena itu, pembangunan gorong gorong di pintu masuk desa dinilai penting agar mobilitas pertanian lebih lancar.
Meski lokasi pembangunan dialihkan, pemerintah desa tetap mengupayakan sasaran awal bisa direalisasi setelahnya.
Untuk itu, rencana pembangunan gorong gorong di Dusun Dinden 2 telah masuk daftar prioritas tahun anggaran 2026.
“Kami berharap bisa terealisasi tahun mendatang,” tambahnya.
Tramuji menjelaskan bahwa pembangunan fisik khususnya jalan di Desa Dinden saat ini baru terealisasi sekitar 70 persen.
Keterbatasan anggaran menjadi faktor utama, mengingat Dana Desa harus dibagi untuk berbagai program lain.
“Pembagian anggaran harus proporsional sesuai kebutuhan. Kami berharap masyarakat memahami kondisi tersebut,” jelasnya.
Pemerintah desa juga berusaha memenuhi harapan warga secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas demi kemanfaatan yang lebih luas.
Pada 2026, desa berencana merealisasikan pembangunan jalan usaha pertanian dengan konstruksi cor beton.
Pemilihan beton mempertimbangkan daya tahan dan efisiensi anggaran.
Selama ini, jalan usaha pertanian hanya dibangun dengan pengerasan dan normalisasi sehingga mudah rusak, terutama saat musim hujan. “Ketika banjir, kerusakan bisa jauh lebih parah,” pungkasnya. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani