Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi mulai merumuskan strategi menutup kekurangan anggaran menyusul pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono memastikan dua instrumen anggaran dioptimalkan.
Yakni, sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) dan tambahan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sekitar Rp 22,5 miliar.
‘’Guna menutup sebagian kekurangan, kami mengoptimalkan silpa tahun berjalan dan tambahan dari DBHCHT,’’ kata Ony, Sabtu (22/11).
Pemangkasan TKD cukup signifikan. Awalnya, postur APBD 2026 diproyeksikan Rp 2,3 triliun sesuai draf yang dikirim ke pusat pada 11 September.
Namun, surat Kementerian Keuangan tertanggal 25 September menyebutkan pengurangan TKD sebesar Rp 257 miliar, sehingga kekuatan APBD tinggal Rp 2,07 triliun.
Meski anggaran harus disesuaikan, Ony menegaskan pelayanan dasar tetap menjadi prioritas.
Sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar dipertahankan sesuai mandatory spending.
’’Program prioritas terkait kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat tetap kami anggarkan,’’ tegasnya.
Anggaran difokuskan pada penyelesaian program strategis.
Kondisi jalan mantap 98 persen ditarget tuntas 100 persen.
Perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang masih rusak sekitar 15 persen juga digenjot.
Termasuk mempertahankan cakupan universal health coverage (UHC) sebesar 98 persen.
’’Fasilitasi pelayanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, ILP, dan upaya pengurangan stunting akan terus kami optimalkan,’’ ujar Ony. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto