Jawa Pos Radar Ngawi – Produksi makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kawu, Yayasan Al Fataj, resmi dihentikan mulai Rabu (27/11).
Keputusan tersebut diambil setelah terjadi keracunan massal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa dari lima sekolah.
Kepala SPPG Desa Kawu Agus Wijayanto memastikan bahwa seluruh aktivitas produksi diberhentikan sementara untuk mendukung proses penyelidikan sekaligus menjamin keamanan konsumsi siswa.
“Tidak ada produksi sampai ada keputusan lebih lanjut,” ujarnya.
Penyelidikan dilakukan oleh kepolisian dengan memeriksa saksi dari sekolah dan pihak penyedia makanan.
Selain itu, sampel makanan dan muntahan sudah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk memastikan penyebab pasti keracunan.
“Sampel sudah kami kirim ke Labfor Polda Jatim,” kata Kasi Humas Polres Ngawi Iptu Dian Ambarwati.
Jumlah korban yang mengalami gejala keracunan juga meningkat.
Hingga kemarin, total 87 siswa tercatat mengalami mual, pusing, serta sakit perut setelah menyantap menu MBG.
Angka ini naik dari laporan awal sebanyak 76 siswa.
Di Puskesmas Gemarang, penanganan korban terus dilakukan.
Kepala Puskesmas Esti Retno Setyowati menyebut hanya dua siswa yang masih menjalani perawatan intensif.
“Kondisi yang masih dirawat juga mulai membaik,” terangnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto