Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi terus memperkuat pembangunan infrastruktur jalan.
Sepanjang 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menangani pemeliharaan dan peningkatan ruas jalan sepanjang 26,8 kilometer.
Kabid Bina Marga DPUPR Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rachman, menyebut anggaran pekerjaan berasal dari APBD murni dan perubahan APBD.
“Penanganan jalan dilakukan melalui pembangunan konstruksi, pemeliharaan rutin, dan pemeliharaan berkala,” ujarnya, kemarin (27/11).
Kontribusi pekerjaan fisik tersebut berdampak pada naiknya persentase kondisi jalan mantap sekitar 0,5–1 persen.
Secara keseluruhan, kondisi jalan mantap di Kabupaten Ngawi diproyeksikan mencapai 727,05 kilometer atau 97,20 persen dari total panjang 748 kilometer.
“Mayoritas jalur penghubung antarkecamatan berada dalam kondisi layak dan aman dilalui. Khususnya jalur prioritas dengan mobilitas tinggi,” kata Fauzi.
Beberapa ruas jalan yang belum tersentuh peningkatan berada di wilayah hutan.
Lokasinya yang jauh, tingkat mobilitas rendah, serta tantangan cuaca membuat pengerjaan dilakukan bertahap.
DPUPR menargetkan kondisi jalan mantap mencapai 99 persen pada 2030, selama tidak terjadi efisiensi anggaran dari pusat.
“Penanganan jalan tetap menjadi prioritas utama karena berpengaruh terhadap ekonomi, pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan,” tegasnya.
Fauzi memastikan seluruh perbaikan dilakukan sesuai standar demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Dengan penganggaran konsisten, kualitas jalan di Ngawi akan terus meningkat,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto