Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hasil Evaluasi Satgas MBG Ngawi Bongkar Penyebab Keracunan Siswa di Kedunggalar

Asep Syaeful • Sabtu, 29 November 2025 | 15:20 WIB
Petugas mengecek kondisi siswa di wilayah Kedunggalar selepas dugaan keracunan MBG. Satgas memastikan pengawasan dapur SPPG kini diperketat. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
Petugas mengecek kondisi siswa di wilayah Kedunggalar selepas dugaan keracunan MBG. Satgas memastikan pengawasan dapur SPPG kini diperketat. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi memastikan evaluasi total dilaksanakan pascakejadian keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Kedunggalar, Rabu (26/11).

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini berada dalam pengawasan ketat.

“Seluruh dapur SPPG wajib melaporkan kondisi dan proses produksi setiap hari, termasuk jam mulai memasak,” kata Ony, kemarin (28/11).

Ony menjelaskan bahwa laporan waktu memasak sangat penting karena dapat memengaruhi kualitas pangan sebelum dibagikan kepada siswa.

Menurutnya, evaluasi satgas menunjukkan bahwa kecil kemungkinan keracunan berasal dari sanitasi dapur maupun peralatan masak.

“Performa dapur-dapur SPPG di Ngawi sangat bagus. Yang paling mungkin menyebabkan masalah justru dua faktor lain,” ujarnya.

Faktor yang dimaksud yaitu intoleransi bahan makanan tertentu.

Sebagian siswa diduga mengalami reaksi sensitif terhadap bumbu atau bahan tertentu dalam menu yang disajikan.

Kemudian, kesalahan tata cara penyajian dan penyimpanan makanan.

Ony menemukan ada dapur yang menutup makanan dalam kondisi masih panas, lalu baru dibuka saat jam makan siang.

“Cara penyimpanan yang buruk membuat makanan lebih cepat basi,” tegasnya.

Satgas MBG kini melakukan audit menyeluruh terhadap semua SPPG, sekaligus memberikan pendampingan intensif agar seluruh prosedur tetap terjaga.

“Kami pastikan seluruh SOP dipatuhi. Ini pembelajaran besar bagi kita semua,” ujar Ony.

Kasus keracunan Kedunggalar kembali menjadi peringatan bagi pemda untuk memperketat kontrol MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

“Intinya, seluruh proses MBG harus lebih ketat, lebih disiplin, dan sesuai SOP,” pungkas Ony. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#intoleransi makanan anak #Pemkab Ngawi #SPPG Ngawi #keracunan siswa Kedunggalar #Kualitas Makanan MBG #Satgas MBG #penyajian makanan #MBG Ngawi #keracunan massal Ngawi #ngawi #SOP MBG