Jawa Pos Radar Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi memastikan kondisi mayoritas jembatan di wilayahnya dalam keadaan baik.
Data DPUPR menunjukkan bahwa 134 dari 180 jembatan atau 74,45 persen berada dalam kondisi mantap, sementara 46 jembatan lainnya masuk kategori rusak ringan hingga sedang.
“Tidak ada jembatan yang rusak parah. Kalau ada, pasti kami tutup karena membahayakan pengguna jalan,’’ terang Kabid Bina Marga DPUPR Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rachman, Sabtu (29/11).
Fauzi menjelaskan bahwa kategori “rusak sedang” tidak selalu merujuk pada kerusakan struktural.
Sebagian besar terkait kebutuhan pelebaran jembatan yang tak lagi sesuai dengan volume lalu lintas modern.
“Jadi kondisi sedang itu beragam. Ada yang secara struktur masih kuat, tapi lebarnya tidak memadai,’’ jelasnya.
Fauzi menambahkan bahwa cukup banyak jembatan di Ngawi merupakan peninggalan kolonial Belanda, terutama yang berbentuk lengkung.
Meskipun usianya tua, secara konstruksi dinilai masih kokoh dan aman.
“Banyak jembatan Belanda itu kekuatannya masih baik, berdiri kokoh sampai sekarang,’’ ujarnya.
Tantangan utama saat ini bukan sekadar kekuatan struktur, tetapi kapasitas jembatan.
Banyak jembatan lama yang lebarnya tidak lagi sesuai standar lalu lintas saat ini.
Karena itu, DPUPR telah menyiapkan penanganan bertahap.
“Kebanyakan masih sempit sehingga perlu dilakukan pelebaran. Kami siapkan rencana perencanaan dan peningkatan struktur untuk jangka menengah,’’ imbuh Fauzi. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto