Jawa Pos Radar Ngawi – Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, melontarkan kritik keras setelah menemukan kondisi memprihatinkan fasilitas umum di kawasan Alun-Alun Merdeka.
Saat melakukan inspeksi lapangan, ruang ganti dan toilet lapangan basket terlihat rusak berat dan tidak terawat.
“Sangat memalukan melihat fasilitas yang sudah rusak parah ini,” ujar Ketua DPRD yang akrab disapa King.
King menilai Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi kurang memberikan perhatian terhadap aset publik yang menjadi wajah kota.
Ia menegaskan bahwa perawatan infrastruktur harus menjadi prioritas ketimbang program seremonial atau kegiatan branding.
“Tidak ada gunanya branding kalau aset di jantung kota terbengkalai,” tegasnya.
Menurut King, kerusakan toilet dan ruang ganti tersebut bersifat mendesak sehingga membutuhkan penanganan cepat.
Dia juga bermaksud menagih prioritas anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar pemeliharaan fasilitas publik tidak terus terabaikan.
“Harus ada langkah penanganan secepatnya,” imbuhnya.
King meminta Komisi III DPRD Ngawi segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Disparpora guna membahas langkah konkret perbaikan fasilitas.
Terpisah, Kepala Disparpora Ngawi Wiwien Purwaningsih membenarkan bahwa sejumlah fasilitas di kawasan alun-alun memang membutuhkan perhatian serius.
Ia mengatakan area lapangan basket adalah titik dengan kerusakan paling parah.
Wiwien menambahkan bahwa pihaknya sudah mengajukan anggaran perbaikan sejak 2023.
Meski begitu, usulan tersebut tidak diakomodasi karena adanya rencana proyek face-off kawasan alun-alun.
“Kalau perbaikan dilakukan sebelum proyek besar berjalan, khawatirnya bangunan justru dibongkar kembali,” jelasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto