Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Peternakan Domba Dorper BUMDes Wonorejo Resmi Beroperasi, Targetkan Pasar Kurban

Satrio Jati • Minggu, 30 November 2025 | 22:10 WIB
CEK PETERNAKAN: Kepala Desa Wonorejo meninjau peternakan domba yang baru beroperasi.
CEK PETERNAKAN: Kepala Desa Wonorejo meninjau peternakan domba yang baru beroperasi.

Jawa Pos Radar Madiun - Program ketahanan pangan (Ketapang) terus didorong melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), termasuk BUMDes Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar.

Mulai November lalu, unit peternakan domba yang baru dibangun resmi beroperasi.

Saat ini terdapat 21 ekor domba jenis Dorper yang dibudidayakan.

Kepala Desa Wonorejo, Nuryanto, mengatakan pemilihan Dorper dilakukan karena pertumbuhannya cepat dan memiliki bobot tubuh besar.

Sehingga ideal untuk usaha penggemukan.

“Ini domba persilangan dari Afrika Selatan. Pertumbuhannya cepat, daya tahan tubuhnya bagus,” ujarnya.

Domba-domba tersebut didatangkan dari Tulungagung melalui skema kerja sama dengan salah satu peternakan besar yang bertindak sebagai penyedia sekaligus pembeli.

“Jadi selain bisa dipasarkan lokal Ngawi, sudah ada penampungnya. Pasarnya jelas,” terangnya.

Menurut Nuryanto, program ini tidak hanya untuk memperkuat sektor ketahanan pangan, tetapi juga membidik peningkatan pendapatan desa melalui penjualan daging kurban dan pasar lokal.

Domba Dorper terkenal memiliki laju pertambahan bobot harian (Average Daily Gain/ADG) yang tinggi.

“Anak domba bisa mencapai 30–40 kilogram hanya dalam 3 sampai 5 bulan,” jelasnya.

Untuk domba jantan dewasa, bobotnya kerap tembus di atas 100 kilogram.

Jenis ini juga memiliki persentase karkas lebih dari 55 persen, sehingga menghasilkan daging bersih lebih banyak dibanding domba lokal.

Selain itu, daging Dorper digemari karena berkualitas baik dan rendah lemak.

Keunggulan lain adalah adaptasinya yang luas. Meski berasal dari daerah panas dan kering Afrika Selatan, Dorper mampu berkembang baik di iklim tropis Indonesia.

Dari sisi pakan, domba ini tidak pilih-pilih sehingga mudah dibudidayakan.

“Kami punya persediaan rumput pakchong di lahan kas desa. Jumlahnya sangat mencukupi,” imbuhnya.

BUMDes Wonorejo juga menyiapkan bank pakan dengan menanam rumput pakchong, yang dikenal berpertumbuhan cepat dan bernutrisi tinggi.

Produksi pakan mandiri menjadi pertimbangan penting sebelum peternakan ini dijalankan.

Nuryanto berharap unit peternakan ini makin produktif dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli desa.

“Selain menambah pemasukan desa, kami ingin memberdayakan warga, khususnya pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap,” pungkasnya. (rio/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#ekonomi #peternakan domba #bumdes #ngawi #desa #peternakan