Jawa Pos Radar Ngawi – Warga di tiga desa—Jambangan, Gelung, dan Ngale—kini bisa melintas dengan lebih tenang.
Sebuah palang pintu kereta api otomatis lengkap dengan pos jaga resmi beroperasi di jalan kecil Kecamatan Paron, akses utama menuju Pasar Pojok.
Sebelum ada palang pintu, warga kerap nekat menyeberang meski kereta melintas.
Umi Lestari, 57, mengungkapkan beberapa kali insiden nyaris terjadi.
“Dulu pernah ada yang hampir ketabrak kereta. Orangnya selamat, tapi motornya keseret,” katanya, kemarin (3/12).
Jalan kecil itu—sering disebut jalan tikus—tetap menjadi pilihan warga karena aksesnya paling dekat menuju pasar, sekolah, hingga permukiman lain.
Sehari-hari dilewati pengendara sepeda motor, pesepeda, hingga pejalan kaki.
“Kalau lewat jalan lain jaraknya lumayan jauh,” tambah Umi.
Palang pintu otomatis tersebut dipasang sekitar tiga bulan lalu oleh Dinas Perhubungan Ngawi.
Kehadiran fasilitas baru itu membuat warga merasa jauh lebih aman.
“Alhamdulillah sekarang jadi lebih aman,” ucap Umi.
Kepala Bidang Keselamatan Dinas Perhubungan Ngawi, Fajar Anasrul, menjelaskan bahwa meski kecil, jalur tersebut memiliki arus lalu lintas cukup tinggi.
“Walaupun seperti jalan tikus karena kecil, tetap penting dijaga. Faktanya arus lalu lintasnya tinggi,” tegasnya.
Menurut Fajar, jalur tersebut sudah terdata resmi di Kementerian Perhubungan.
Itu menjadi dasar pemasangan palang pintu otomatis dan pembangunan pos jaga sebagai peningkatan keselamatan.
Ke depan, desa diminta menyiapkan pelebaran akses jalan.
“Nanti PT KAI akan mencabut patok pembatasnya agar jalannya bisa diperlebar,” jelasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto