Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Diduga Keracunan MBG, 66 Santri dan Siswa di Mantingan Ngawi Dilarikan ke RS

Asep Syaeful • Jumat, 5 Desember 2025 | 06:30 WIB
Puluhan santri dan siswa menjalani perawatan di Puskesmas dan RSUD Mantingan setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG. FOTO: ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
Puluhan santri dan siswa menjalani perawatan di Puskesmas dan RSUD Mantingan setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG. FOTO: ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Dugaan keracunan massal menimpa puluhan santri dan siswa di Kecamatan Mantingan, Rabu hingga Kamis (3–4/12).

Total 66 korban dilarikan ke Puskesmas Mantingan dan RSUD Mantingan setelah mengalami mual, pusing, serta diare usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

Bahaudin, 15, siswa kelas X SMK Muhammadiyah, mengaku mulai merasakan gejala sekitar pukul 01.00 dini hari.

Sebelumnya ia menyantap menu MBG berupa nasi putih, sayur buncis, telur rebus, dan pisang.

“Rasa telur rebusnya agak aneh, tapi tetap saya makan. Malamnya langsung pusing dan mual, pagi dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Gejala serupa juga dialami puluhan teman sekolahnya.

Bahkan beberapa orang tua ikut terdampak. Salah satunya Henita Afian, 30, yang memakan jatah MBG milik anaknya.

“Anaknya saya suruh bawa pulang. Ternyata banyak yang keracunan, saya ikut makan lalu mual dan pusing,” ungkapnya.

Data sementara menyebut korban berasal dari delapan lembaga pendidikan.

Antara lain, Ponpes Miftahul Jannah, Ponpes Ansorusunnah, SDN Mantingan 2, SDN Mantingan 3, SDN Mantingan 5, SD Muhammadiyah, TK Ansorusunnah dan TK Mantingan 3.

Kepala Puskesmas Mantingan Muh El Riza membenarkan jumlah korban terus bertambah.

“Saat ini 30 santri dan siswa kami rawat di puskesmas. Ada 36 lainnya yang dirawat di RSUD Mantingan. Gejalanya sama: mual, pusing, dan diare,” jelasnya.

Dinas kesehatan sudah mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bintang Mantingan.

Sampel dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Sampel makanan sisa MBG sudah kami kirim ke Surabaya. Dugaan awal mengarah ke telur rebus, tapi hasil lab yang menentukan,” kata Kabid SDMKF Dinkes Ngawi Dhina Handayani. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#telur rebus #santri keracunan Mantingan #keracunan mbg ngawi #ngawi #dinkes ngawi #keracunan massal siswa #makanan bergizi gratis Ngawi #SPPG Bintang Mantingan #RSUD Mantingan #BBLKM Surabaya