Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Setelah 220 Siswa Keracunan, Satgas MBG Ngawi Gerak Cepat Tinjau Semua Dapur SPPG

Asep Syaeful • Minggu, 7 Desember 2025 | 21:00 WIB
Siswa di Mantingan, Ngawi, mendapat perawatan setelah diduga keracunan menu MBG. Satgas meninjau semua SPPG untuk memastikan keamanan pangan. DOK RADAR NGAWI
Siswa di Mantingan, Ngawi, mendapat perawatan setelah diduga keracunan menu MBG. Satgas meninjau semua SPPG untuk memastikan keamanan pangan. DOK RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi memperketat pengawasan terhadap layanan makanan bergizi gratis (MBG) menyusul insiden keracunan massal yang menimpa siswa dan santri di Kecamatan Mantingan, Kamis (4/12).

Sebanyak 220 anak tercatat mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap hidangan MBG.

Peristiwa ini menjadi kejadian ketiga sejak program berjalan.

Kepala Satgas MBG Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan pihaknya akan melakukan peninjauan ulang terhadap seluruh operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari kebersihan air, sanitasi dapur, proses memasak, hingga pemilihan bahan baku.

“Satgas MBG akan meninjau ulang seluruh operasional SPPG agar standar keamanan pangan diterapkan ketat,” ujar Ony.

Hingga kini, tiga dari 36 SPPG aktif telah dibekukan Badan Gizi Nasional (BGN) berdasarkan rekomendasi satgas.

Temuan lapangan nantinya kembali diteruskan ke BGN untuk penentuan jenis sanksi, mulai teguran hingga pembekuan penuh.

“Setiap temuan kami serahkan ke BGN, mereka yang menetapkan jenis sanksi termasuk pembekuan,” imbuhnya.

Untuk mencegah insiden serupa, pemkab juga membatasi kapasitas penyajian MBG per dapur.

Setiap SPPG kini hanya diperbolehkan memasak untuk 2.000–2.500 siswa agar proses produksi lebih terkontrol dan kualitas makanan terjaga.

“Dengan jumlah yang wajar, kualitas makanan bisa terjaga dan risiko kerusakan lebih rendah,” ucap Ony.

Pemkab memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan perawatan medis.

Hingga Jumat (5/12) malam, masih ada 13 anak dirawat di puskesmas dan RSUD Mantingan.

Pemantauan dilakukan sampai seluruh korban benar-benar pulih.

“Kami perbaiki tata kelola makanan untuk anak-anak. Keamanan dan kesehatannya menjadi prioritas utama,” tegasnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#makanan bergizi gratis #SPPG Ngawi #keamanan pangan sekolah #Satgas MBG #badan gizi nasional #MBG Ngawi #ngawi #siswa keracunan Ngawi #keracunan makanan Ngawi