Jawa Pos Radar Ngawi – Kelestarian alam menjadi fondasi utama pengembangan sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Wiwien Purwaningsih menegaskan bahwa degradasi lingkungan dapat mengganggu ekosistem dan berdampak langsung pada keberlangsungan destinasi.
Wiwien mencontohkan banjir sesaat di kawasan Air Terjun Srambang beberapa waktu lalu.
Meski tidak menimbulkan dampak besar, kejadian itu menjadi peringatan tentang kondisi alam di lereng Gunung Lawu sisi utara.
’’Sejauh ini di Ngawi masih relatif aman,’’ ujarnya, kemarin (7/12).
Dia memastikan sejumlah destinasi alam seperti Sumber Koso dan Jamus berada dalam kondisi aman karena tutupan hutan masih terjaga.
Namun, Wiwien mencatat kawasan Kecamatan Kendal dengan aktivitas tambangnya perlu diwaspadai karena di wilayah tersebut terdapat sejumlah destinasi seperti Cekok Mondol, Argomunung, dan Bumi Perkemahan Sidorejo.
Menurutnya, keberlanjutan wisata alam tidak semata mengandalkan pemerintah, namun turut membutuhkan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan sekitar.
Disparpora juga telah mengeluarkan imbauan keselamatan bagi wisatawan selama musim hujan sebagai langkah antisipasi potensi risiko alam.
’’Itu bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung,’’ pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto