Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

PRLB Dongkrak Produksi Padi Ngawi, Luasan Lahan Naik 31 Kali Lipat dalam 4 Tahun

Asep Syaeful • Kamis, 11 Desember 2025 | 15:00 WIB
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Kepala DKPP Supardi menerima penghargaan IGA Award 2025 atas capaian inovasi PRLB.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Kepala DKPP Supardi menerima penghargaan IGA Award 2025 atas capaian inovasi PRLB.

Jawa Pos Radar Ngawi – Kenaikan produksi padi di Kabupaten Ngawi dalam beberapa tahun terakhir bukan kebetulan.

Pemerintah daerah sukses mendorong percepatan Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) 2.0 EL Farm, program yang menggabungkan efisiensi budi daya, perbaikan kualitas tanah, hingga penguatan kemandirian petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi Supardi menjelaskan, PRLB lahir dari kondisi tanah sawah yang mengkhawatirkan.

Rata-rata kandungan C-Organik hanya 0,3 persen—jauh di bawah standar ideal di atas 3 persen.

Di saat bersamaan, luas baku sawah (LBS) terus tergerus dari 50.105 hektare pada tahun lalu menjadi 49.622 hektare per 2025.

“Kondisi tersebut memaksa sektor pertanian mencari strategi yang lebih adaptif, ekologis, dan berkelanjutan,” ujarnya, kemarin (10/12).

Sejak diluncurkan pada 2021, PRLB tumbuh pesat.

Luas lahan yang menerapkan metode ini melonjak dari 718 hektare menjadi 22.344 hektare, atau naik 31 kali lipat hanya dalam empat tahun.

Capaian itu didorong antusiasme petani dan fasilitas yang dikuatkan pemerintah daerah.

“Upaya pemkab memasifkan PRLB tidak hanya melalui lumbung MOL di setiap desa, tapi juga kolaborasi multipihak yang terstruktur,” jelas Supardi.

Supardi memerinci sejumlah langkah strategis yang kini menjadi fondasi PRLB, di antaranya:

Pengendalian hama berbasis hayati melalui agens pengendali hayati (APH) dan pembangunan rumah burung hantu (Rubuha).

Pelatihan intensif pembuatan MOL, POC, pestisida nabati, dan berbagai produk ramah lingkungan.

Dukungan teknologi, termasuk Drone Sprayer PRLB dan pengecekan kandungan tanah secara berkala yang mendorong praktik precision agriculture.

Peluncuran Lawu Organic Certification (LOC) sebagai lembaga sertifikasi organik lahan PRLB non-kimia.

Kolaborasi riset dengan perguruan tinggi untuk membangun sistem pertanian ekologis yang adaptif untuk generasi muda.

Menurut Supardi, keberhasilan PRLB tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kemampuan ekosistem pertanian menghadapi perubahan iklim, degradasi lahan, dan fluktuasi pasar.

“PRLB bukan hanya inovasi budi daya, tetapi transformasi menyeluruh untuk masa depan lingkungan dan ketahanan pangan Ngawi,” pungkasnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#DKPP Ngawi #C Organik tanah #Lawu Organic Certification #pertanian ramah lingkungan #ony anwar harsono #produksi padi Ngawi #ngawi #EL Farm PRLB #PRLB Ngawi #inovasi pertanian