Jawa Pos Radar Madiun - Komitmen nyata dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional ditunjukkan oleh PT Saprotan Utama Nusantara.
Melalui penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, perusahaan ini sukses mendongkrak produktivitas petani di Kabupaten Ngawi.
Hal ini terbukti dalam acara Panen Raya Padi 10 Ton per Hektare yang digelar di Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Rabu (17/12).
Acara tersebut sekaligus menjadi panggung pengumuman pemenang Lomba Produktivitas Panen Padi 10 Ton/Ha GKP (Gabah Kering Panen).
Kompetisi ini diikuti oleh 165 petani dampingan yang tersebar di tujuh kecamatan.
Hasilnya luar biasa.
Berdasarkan ubinan dan penilaian riil di lapangan, capaian tertinggi petani binaan menembus angka 13,3 ton per hektare.
Angka ini jauh melampaui produktivitas padi pada umumnya yang berkisar 7–8 ton per hektare.
Regional Sales Manager PT Saprotan Utama Nusantara wilayah Jawa-Nusra, Sriyanto, menjelaskan bahwa lonjakan hasil panen ini bukan kebetulan.
Kuncinya terletak pada teknik pemupukan yang tepat dan pendampingan intensif.
Tim pendamping diterjunkan untuk memastikan petani menggunakan produk, dosis, dan waktu aplikasi yang presisi.
"Alhamdulillah, hasilnya bisa mencapai lebih dari 10 ton per hektare, bahkan sampai 13 ton," jelas Sriyanto.
Kesuksesan panen raya ini tak lepas dari rangkaian produk unggulan.
Di antaranya Fertiphos sebagai pupuk dasar, Fertibio untuk memperbaiki kesuburan tanah.
Selain itu Ultradap diaplikasikan saat fase vegetatif (pertumbuhan), dan MKP yang diaplikasikan saat fase generatif (pembuahan).
"Fertibio memperbaiki dan menjaga kesuburan tanah dan sangat mudah diaplikasikan. Sejalan dengan arahan pemerintah agar pertanian tetap menjaga kelestarian lingkungan," tambahnya.
Sriyanto menegaskan, kegiatan di Ngawi ini menjadi titik awal yang akan dikembangkan ke wilayah lain di Jawa Timur demi mendukung program pemerintah.
Berdiri sejak awal 1980-an, PT Saprotan Utama Nusantara telah berpengalaman hampir setengah abad mendampingi petani.
Produk-produk berkualitas mereka kini juga telah tersedia luas di toko pertanian setempat.
"Tujuannya untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada pangan dan peningkatan produksi pertanian yang tetap ramah lingkungan," pungkasnya. (sae/adv/naz)
(sae/naz/*)
Daftar Pemenang Lomba Panen Padi 10 Ton/Ha GKP:
1. Purwanto
Alamat: Gempol, Karangjati
Hasil ubinan: 9,80
Hasil panen netto: 13,328 ton
2. Suwardi
Alamat: Sidomakmur, Widodaren
Hasil ubinan: 9,72
Hasil panen netto: 13,219 ton
3. Gunawan
Alamat: Pangkur, Pangkur
Hasil ubinan: 9,00
Hasil panen netto: 12,240 ton
4. Harto
Alamat: Gempol, Karangjati
Hasil ubinan: 8,86
Hasil panen netto: 12,044 ton
5. P. Hafidz
Alamat: Bayem, Karang Geneng
Hasil ubinan: 8,75
Hasil panen netto: 11,900 ton
6. Surat
Alamat: Sidomakmur, Widodaren
Hasil ubinan: 8,43
Hasil panen netto: 11,465 ton
7. P. Ashari
Alamat: Sidorejo, Geneng
Hasil ubinan: 7,55
Hasil panen netto: 10,268 ton
8. Heru
Alamat: Tempuran, Paron
Hasil ubinan: 7,51
Hasil panen netto: 10,214 ton
Editor : Mizan Ahsani