NGAWI – Kinerja APBD Ngawi sepanjang 2025 menunjukkan serapan yang belum maksimal.
Realisasi pendapatan dan belanja masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.
Kepala Badan Keuangan Kabupaten Ngawi Tri Pujo Handono menyampaikan, realisasi pendapatan daerah hingga akhir 2025 mencapai 95,64 persen dari target sebesar Rp 2,42 triliun.
Sementara realisasi belanja tercatat 88,35 persen dari total anggaran Rp 2,45 triliun.
“Realisasi tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi dan evaluasi pendapatan serta belanja daerah dengan pemerintah pusat beberapa waktu lalu,” kata Pujo, Sabtu (27/12).
Berdasarkan capaian tersebut, pendapatan daerah tercatat minus 4,36 persen dari target, sedangkan belanja daerah minus 11,65 persen.
Pujo menegaskan kondisi tersebut masih tergolong wajar dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Tidak ada daerah yang bisa 100 persen menyerap APBD,” ungkapnya.
Pujo menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi tidak terserapnya anggaran secara penuh.
Salah satunya adalah efisiensi hasil lelang kegiatan.
Selain itu, adanya penyesuaian kebijakan lembur aparatur sipil negara (ASN) yang digabung dengan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sejak September turut berdampak pada serapan belanja.
“Contoh, anggaran Rp 100 juta, hasil penawaran pihak ketiga bisa Rp 95 juta. Itu otomatis ada sisa,” terangnya.
Faktor lainnya adalah penundaan pelaksanaan sejumlah kegiatan oleh organisasi perangkat daerah (OPD).
Beberapa kegiatan yang ditunda di antaranya pengadaan alat kesehatan, pengadaan tanah, serta rehabilitasi sejumlah sekolah.
“Penundaan akan menjadi silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) tahun ini, dan akan dilaksanakan kembali tahun depan,” ujar Pujo.
Meski demikian, Pujo menyebut realisasi belanja APBD Ngawi tetap menunjukkan kinerja positif secara nasional.
Berdasarkan data yang ada, Ngawi masuk dalam 11 besar kabupaten dengan tingkat serapan belanja tertinggi di Indonesia.
Ia menambahkan, hingga akhir Desember masih terdapat potensi penambahan realisasi belanja.
Sekitar Rp 27 miliar anggaran masih menunggu penyelesaian kontrak kegiatan.
“Belanja dengan sistem LS masih bisa diajukan sampai akhir Desember,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kinerja APBD Kabupaten Ngawi 2025 dinilai masih solid dan berada di atas rata-rata nasional.
Pemerintah daerah optimistis capaian realisasi tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Semoga juga tetap di atas rata-rata nasional,” pungkas Pujo. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto