Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

85 Orang Tewas di Jalan Raya Ngawi Sepanjang 2025

Asep Syaeful • Selasa, 30 Desember 2025 | 15:00 WIB
KORBAN KECELAKAAN: Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon memaparkan data kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 saat konferensi pers akhir tahun di Mapolres Ngawi. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
KORBAN KECELAKAAN: Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon memaparkan data kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 saat konferensi pers akhir tahun di Mapolres Ngawi. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

NGAWI – Jalan raya di Kabupaten Ngawi masih menjadi lokasi rawan maut. Sepanjang 2025, kecelakaan lalu lintas merenggut 85 nyawa.

Jika dirata-rata, setiap empat hari satu korban meninggal dunia akibat insiden di jalan.

Kapolres Ngawi Charles Pandapotan Tampubolon menyampaikan, angka tersebut menjadi alarm serius meski secara statistik terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya.

“Itu bukan angka kecil, nyawa manusia,” tegasnya saat rilis akhir tahun di Mapolres Ngawi, kemarin (29/12).

Data kepolisian mencatat, sepanjang 2025 terjadi 1.037 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Total korban mencapai 1.929 orang.

Jumlah tersebut menurun 331 korban dibandingkan 2024.

Namun demikian, tingginya korban meninggal dunia dinilai tetap memprihatinkan.

“Memang terjadi penurunan, tapi ini tetap harus menjadi perhatian bersama,” ujar Charles.

Berdasarkan hasil penyidikan, penyebab kecelakaan paling dominan masih berkaitan dengan perilaku pengendara.

Ketidakhati-hatian serta kebiasaan menyalip dari kiri menjadi faktor utama pemicu kecelakaan.

“Padahal aturan sudah jelas, menyalip harus dari kanan. Tapi di lapangan, pelanggaran ini masih sering terjadi dan akibatnya bisa fatal,” jelasnya.

Ia menegaskan, perilaku tersebut bukan hanya membahayakan pengguna jalan lain, tetapi juga mengancam keselamatan diri sendiri.

Jalan raya digunakan bersama oleh berbagai elemen, mulai pejalan kaki, pengendara roda dua dan roda empat, hingga masyarakat di sekitar jalan.

“Ketika tidak hati-hati saat menyalip, risikonya sangat besar,” ujarnya.

Dari sisi usia, korban kecelakaan masih didominasi kelompok usia produktif 16 hingga 30 tahun.

Pada 2024, jumlah korban di kelompok usia ini mencapai 862 orang.

Angka tersebut turun menjadi 702 orang pada 2025 atau berkurang 160 korban.

Charles menjelaskan, kelompok usia tersebut rentan terlibat kecelakaan karena frekuensi berkendara yang tinggi serta faktor psikologis.

Banyak pengendara muda baru menguasai kendaraan, namun masih memiliki kecenderungan emosional dan kurang kehati-hatian.

“Jiwa mudanya masih tinggi, sehingga rawan terjadi kecelakaan,” terangnya.

Sementara itu, pelanggaran marka jalan justru mengalami peningkatan pada 2025.

Kapolres menilai, pelanggaran tersebut dilakukan secara sadar, seperti menerobos lampu lalu lintas.

“Ini bukan karena tidak tahu aturan. Ini disengaja dan menunjukkan rendahnya kesadaran hukum. Karena itu, pelanggaran marka pada 2025 justru meningkat,” tegasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#polres ngawi #Kecelakaan Lalu Lintas Ngawi #ngawi #Keselamatan jalan raya #korban kecelakaan