Jawa Pos Radar Ngawi – Tiga poin pertama berhasil diamankan Persinga Ngawi pada babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur.
Laskar Alas Ketonggo menumbangkan PSBI Blitar dengan skor tipis 2-1 di Stadion Jenggolo, kemarin (5/1).
Manajemen Persinga Ngawi, Zainul Thohar, mengakui laga berjalan sangat berat.
PSBI Blitar tampil disiplin dan memberi tekanan sepanjang pertandingan.
“Pertandingan sangat berat, PSBI tampil bagus. Mungkin masih ada faktor hoki, tapi anak-anak sudah tampil maksimal hingga bisa menang,” ujar Thohar.
Persinga langsung tampil agresif sejak menit awal.
Gol pembuka dicetak Yusua Kalep pada menit ke-30 yang membawa Persinga unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSBI Blitar meningkatkan intensitas serangan.
Upaya tersebut berbuah hasil setelah Denny Kurnia Shandy mencetak gol penyeimbang pada menit ke-58, membuat skor berubah menjadi 1-1.
Persinga kembali unggul sepuluh menit berselang.
Rizky Sena Eka Pradana sukses menjebol gawang PSBI Blitar pada menit ke-68.
Gol tersebut memastikan keunggulan Persinga 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Meski menang, Thohar menilai masih banyak peluang yang gagal dimaksimalkan.
Evaluasi akan dilakukan sebelum menghadapi laga berikutnya.
“Peluang cukup banyak, tapi belum maksimal. Ini jadi catatan penting untuk laga selanjutnya melawan Persida,” tambahnya.
Selain soal teknis, manajemen Persinga juga menyoroti perubahan venue pertandingan yang terjadi mendadak.
Awalnya, laga dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, namun dipindah ke Stadion Jenggolo karena persoalan perizinan.
“Kami sempat menyampaikan keberatan. Perubahan venue mendadak tentu berpengaruh, apalagi kualitas lapangan di Stadion Jenggolo apa adanya,” pungkas Thohar. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto