Jawa Pos Radar Ngawi – Langkah Persinga Ngawi di babak 32 Besar Liga 4 Kapal Api Jawa Timur 2025–2026 tersendat.
Laskar Alas Ketonggo harus mengakui keunggulan tuan rumah Persida Sidoarjo dengan skor 1-2 di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, Rabu (7/1).
Pertandingan berlangsung panas sejak menit awal.
Bahkan, duel baru berjalan enam menit sudah diwarnai keributan yang melibatkan pemain, ofisial, hingga pelatih kedua tim.
Insiden tersebut membuat laga sempat dihentikan sebelum akhirnya dilanjutkan kembali pada menit ke-11.
Persinga tampil disiplin dan mampu mengimbangi permainan tuan rumah.
Usaha tersebut berbuah hasil di awal babak kedua.
Tepat pada menit ke-50, Dimas Galih Gumilang membawa Persinga unggul 1-0 melalui sundulan kepala hasil skema tendangan sudut.
Keunggulan Persinga tak bertahan lama. Persida menyamakan kedudukan pada menit ke-63, juga lewat situasi bola mati.
Sepak pojok yang dilepaskan ke kotak penalti berhasil diselesaikan Sandy Kusuma Triandy dengan tendangan terukur.
Petaka bagi Persinga datang enam menit berselang.
Persida berbalik unggul lewat sundulan Arras Raudha Zumaresu yang memanfaatkan tendangan bebas.
Gol tersebut memastikan kemenangan tuan rumah 2-1 hingga laga usai.
Pelatih kepala Persinga Ngawi, Slamet Riadi, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski menelan kekalahan.
“Kami mengapresiasi kerja keras pemain. Secara permainan sudah bagus, meski hasil belum berpihak,” ujarnya usai laga.
Namun demikian, Slamet tak menampik kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit dan sikap tim tuan rumah.
Menurutnya, terdapat beberapa keputusan yang dinilai merugikan Persinga, termasuk insiden pelanggaran di kotak penalti yang tak berbuah hadiah penalti.
Ia juga menyoroti adanya provokasi verbal yang memicu kericuhan di awal pertandingan.
“Sepak bola Indonesia masih belum berubah, jauh dari fair play,” tegasnya.
Hasil tersebut membuat Persinga Ngawi menempati posisi kedua klasemen sementara Grup GG dengan koleksi tiga poin.
Sementara Persida Sidoarjo kokoh di puncak klasemen dengan enam poin, disusul Akor FC Jombang dengan tiga poin, dan PSBI Blitar masih menjadi juru kunci tanpa poin. (sae/her)
Editor : Hengky Ristanto