Jawa Pos Radar Ngawi – Permintaan perekaman dan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Ngawi melonjak tajam usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kenaikan pemohon tercatat lebih dari 50 persen dibanding hari normal.
Meski demikian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngawi memastikan ketersediaan blangko e-KTP masih aman.
“Stoknya masih aman,” ujar Kepala Disdukcapil Ngawi Noor Hasan Muntaha, Kamis (8/1).
Hasan memerinci, pada hari biasa jumlah pemohon perekaman dan pencetakan e-KTP berada di kisaran 200 orang per hari.
Namun setelah libur Nataru, angka tersebut melonjak hingga 350 orang per hari.
“Terjadi peningkatan cukup signifikan setelah libur panjang,” katanya.
Terkait ketersediaan blangko, Hasan menyebut stok saat ini masih tersisa sekitar 5.000 keping.
Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pencetakan e-KTP selama tiga minggu ke depan.
“Aman untuk tiga minggu ke depan,” tegasnya.
Menurut Hasan, capaian perekaman e-KTP di Ngawi sudah hampir tuntas.
Dari total jumlah penduduk sekitar 910 ribu jiwa, sebanyak 715 ribu masuk kategori wajib KTP.
Tingkat perekaman telah mencapai 99,96 persen.
“Yang belum perekaman sebagian besar warga lanjut usia,” ungkapnya.
Disdukcapil Ngawi terus mengoptimalkan pelayanan, termasuk melalui Mal Pelayanan Publik, agar sisa warga yang belum melakukan perekaman dapat segera terlayani tanpa terkendala ketersediaan blangko. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto