Jawa Pos Radar Ngawi – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) membawa berkah bagi sektor perhotelan di Ngawi.
Disparpora Ngawi mencatat tingkat keterisian kamar hotel mengalami lonjakan signifikan selama periode liburan.
Kabid Pariwisata Disparpora Ngawi Satria Eka Widhiarsa menjelaskan, rata-rata okupansi hotel berada di kisaran 22 persen pada periode 13 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Namun, angka tersebut melonjak tajam pada puncak libur akhir tahun.
“Okupansi tertinggi terjadi pada 27 Desember yang mencapai 43 persen,” ujarnya, kemarin (8/1).
Menurut Satria, lonjakan hunian hotel terjadi pada akhir pekan panjang di antara perayaan Natal dan pergantian tahun.
Momen tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur sekaligus beristirahat bersama keluarga.
Selama periode Nataru, Disparpora mencatat sebanyak 1.962 orang menginap di hotel-hotel wilayah Ngawi.
Wisatawan domestik masih mendominasi dengan jumlah 1.806 orang, sementara wisatawan mancanegara tercatat 156 orang.
Satria menilai peningkatan okupansi tidak lepas dari bertambahnya hotel berbintang di Ngawi.
Sebelumnya, banyak wisatawan memilih menginap di daerah sekitar.
“Dengan adanya hotel berbintang, harapannya wisatawan tidak lagi menginap ke luar daerah,” ucapnya.
Ke depan, Disparpora optimistis peningkatan kualitas sarana akomodasi akan mendorong lama tinggal wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Apalagi Ngawi memiliki daya tarik wisata alam lereng Gunung Lawu serta Benteng Van den Bosch yang mulai diminati wisatawan.
“Jika fasilitas pendukung terus membaik, kunjungan wisata ke Ngawi diyakini akan ikut meningkat,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto