Jawa Pos Radar Ngawi – Laju pembangunan dan perbaikan jalan desa di Kabupaten Ngawi diprediksi melambat.
Penyebabnya, penurunan drastis alokasi Dana Desa (DD) pada tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Ngawi, Arif Syaifudin, menyebutkan bahwa dari total 213 desa di Ngawi, panjang jalan desa mencapai 4.568 kilometer.
Namun, jalan dengan kategori mantap baru sepanjang 2.610 kilometer atau sekitar 57,1 persen.
“Capaian itu tidak lepas dari peran Dana Desa sejak digulirkan pada 2014. DD sangat efektif mendorong pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa,” ujar Arif, Minggu (11/1).
Sayangnya, capaian tersebut terancam stagnan.
Arif mengungkapkan, alokasi Dana Desa pada 2026 mengalami penurunan sangat tajam.
Dari Rp 224 miliar pada 2025, kini hanya tersisa sekitar Rp 72 miliar.
“Penurunannya sekitar 67 persen,” ungkapnya.
Dampaknya langsung dirasakan pemerintah desa.
Jika tahun lalu setiap desa menerima Dana Desa berkisar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar, pada 2026 alokasinya merosot drastis menjadi sekitar Rp 240 juta hingga Rp 370 juta per desa.
“Dengan kondisi seperti ini, pembangunan infrastruktur desa pasti sangat terdampak. Desa akan berpikir ulang untuk membangun jalan atau infrastruktur fisik lainnya,” tandas Arif.
Ia menambahkan, penurunan Dana Desa tersebut berpotensi membuat perbaikan jalan desa berjalan lebih lambat, bahkan tertunda di banyak wilayah.
Padahal, kualitas jalan desa sangat berpengaruh terhadap mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi pedesaan. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto