Jawa Pos Radar Ngawi – Aroma masakan nusantara langsung menyergap hidung saat melintas di Saung Dhahar, rumah makan di Jalan PB Sudirman, Ngawi.
Riuh obrolan pengunjung memenuhi area makan.
Pemandangan yang kontras dibanding beberapa waktu lalu, ketika lokasi tersebut masih berupa lahan kosong tak termanfaatkan.
Di balik hidupnya kembali kawasan itu, ada sosok Wulan Santi, salah satu owner Saung Dhahar.
Awalnya, dia hanya berniat menyewa lahan untuk keperluan parkir coffee shop yang dikelolanya.
Namun, rencana sederhana itu berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.
“Ternyata lahan milik PT Perkebunan Nusantara,**” kata Wulan, Senin (12/1).
Wulan semula ingin menyewa sebagian area.
Akan tetapi, ketentuan menyebutkan lahan hampir satu hektare tersebut harus disewa secara keseluruhan. “Akhirnya ikut lelang,” ujarnya.
Proses lelang di PTPN memakan waktu hampir lima bulan.
Hasilnya, Wulan bersama tim dinyatakan sebagai pemenang.
Awalnya, lahan tersebut memang diproyeksikan untuk parkir.
Namun, sebagian area lain belum memiliki konsep pemanfaatan.
“Waktu itu masih belum tahu sisa area mau digunakan untuk apa,” ungkapnya.
Kecintaan Wulan pada dunia kuliner kemudian memberi arah baru.
Dia melihat masih terbatasnya pilihan rumah makan keluarga di pusat kota Ngawi.
Dari situ, lahirlah ide menghadirkan rumah makan berkonsep menu nusantara.
“Kami pilih konsep sambelan, bakaran, sampai tempong. Berkolaborasi dengan teman-teman yang punya visi sama di bisnis kuliner,” ucapnya.
Kini, Saung Dhahar menjadi bukti bahwa lahan kosong bisa bertransformasi menjadi ruang produktif.
Tak hanya menghidupkan kawasan, tetapi juga menambah pilihan destinasi kuliner keluarga di Kota Ngawi. (ifa/sae/den/ser)
Editor : Hengky Ristanto