Jawa Pos Radar Ngawi – Persinga Ngawi dipastikan gagal menjadi tuan rumah babak 16 besar Liga 4 Kapal Api Jawa Timur musim 2025–2026.
Tim berjuluk Laskar Alas Ketonggo itu harus kembali menjalani laga tandang setelah pengajuan Stadion Ketonggo sebagai home base Grup LL kalah bersaing dengan Persenga Nganjuk.
Salah satu manajemen Persinga Ngawi, Zainul Thohar, menjelaskan bahwa dalam penentuan tuan rumah, Persenga Nganjuk dinilai lebih memenuhi persyaratan.
Mereka mengajukan Stadion Anjuk Ladang sebagai venue utama, didukung stadion pendamping terdekat, Stadion Gelora Bung Sumardji, sehingga memungkinkan pertandingan digelar secara bersamaan.
“Ngawi tidak punya stadion pendukung, karena hanya ada Stadion Ketonggo,” ujarnya, kemarin (14/1).
Zainul menegaskan, dari sisi kualitas lapangan sebenarnya Stadion Ketonggo tidak kalah dibanding stadion yang diajukan Persenga.
Bahkan dari aspek kepanitiaan, Persinga dinilai lebih berpengalaman karena pernah menjadi tuan rumah pada fase sebelumnya.
“Dari sisi kepanitiaan, Ngawi lebih unggul karena punya pengalaman sebelumnya. Namun memang Ngawi kalah terkait stadion pendamping terdekat,” jelasnya.
Meski kembali gagal menjadi tuan rumah, manajemen memastikan kondisi tim tetap siap tempur.
Persinga Ngawi menyatakan tidak akan menjadikan status tim tamu sebagai alasan untuk tampil di bawah performa terbaik.
“Memang main di luar kandang terus tentu ada pengaruh, termasuk dukungan suporter. Tapi yang terpenting tim siap berjuang di mana pun,” imbuhnya.
Sementara itu, pelatih Slamet Riadi mengakui masih ada sejumlah catatan evaluasi dari laga babak 64 besar dan 32 besar.
Salah satunya terkait kontrol emosi pemain yang dinilai sempat terganggu, termasuk akibat kepemimpinan wasit di lapangan.
Menatap babak 16 besar, Slamet menekankan pentingnya konsistensi permainan.
“Kunci kami menjaga kondisi fisik, permainan kolektif, dan fokus sepanjang pertandingan,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto