Jawa Pos Radar Ngawi – Kabupaten Ngawi mendapat jatah pembangunan tiga satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Seluruh pendanaan proyek tersebut bersumber dari pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah hanya bertugas menyiapkan lahan.
Tiga unit SPPG itu masing-masing dibangun di Desa Pucanganom, Kecamatan Kendal; Desa Munggut, Kecamatan Padas; dan Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar.
Ketiganya masuk dalam Program SPPG Jawa Timur Paket 6.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, proyek pembangunan SPPG ditargetkan rampung dalam waktu singkat, yakni 55 hari kalender.
Pelaksana pekerjaan adalah PT Fata Perdana Mandiri.
“Seluruh anggaran disiapkan pemerintah pusat. Pemkab Ngawi hanya menyediakan lahan,” kata Ony, kemarin (18/1).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, total anggaran pembangunan tujuh dapur SPPG Jawa Timur Paket 6 mencapai sekitar Rp 20 miliar.
Dari jumlah tersebut, tiga unit dibangun di Ngawi dan empat unit lainnya di Kabupaten Kediri.
Jika dirata-rata, nilai pembangunan setiap dapur SPPG diperkirakan sekitar Rp 2,8 miliar.
Ony mengungkapkan, sebelumnya Pemkab Ngawi mengusulkan pembangunan empat dapur SPPG.
Namun, hanya tiga lokasi yang disetujui pemerintah pusat.
“Dari yang kami ajukan, tiga di-ACC dan sekarang sudah masuk tahap pembangunan,” jelasnya.
Terkait pola pengelolaan ke depan, Pemkab Ngawi masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Termasuk kemungkinan pengelolaan melalui badan usaha milik daerah (BUMD).
“Operating-nya apakah lewat BUMD atau mekanisme lain, masih menunggu arahan,” ujarnya.
Jika pengelolaan nantinya melibatkan BUMD, Perumda Sumber Sarana Sentosa berpeluang ikut ambil peran karena memiliki nomenklatur usaha jasa katering.
“Pemkab Ngawi siap mendukung penuh program nasional peningkatan kualitas gizi dan pencegahan stunting,” pungkas Ony. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto