Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana revitalisasi Pasar Beran kembali mengapung.
Setelah luput dari pendanaan program strategis nasional (PSN), Pemkab Ngawi kini menebar jaring pendanaan ke berbagai pihak agar proyek tersebut tetap bisa direalisasikan.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Ngawi Kusumawati Nilam Sulandrianingrum mengatakan, upaya pengusulan revitalisasi Pasar Beran terus dilakukan.
Salah satunya melalui audiensi berulang dengan Bappenas, termasuk Direktorat Pembiayaan dan Hibah Dalam Negeri serta Direktorat Industri, Perdagangan, dan Peningkatan Investasi.
“Dalam audiensi itu kami paparkan kembali kondisi Pasar Beran agar bisa dipertimbangkan masuk PSN,” ujarnya, Sabtu (24/1).
Nilam menyampaikan, pada akhir tahun lalu Bupati Ngawi juga telah mengirimkan surat resmi kepada Gubernur Jawa Timur.
Surat tersebut selanjutnya diteruskan ke Bappenas dengan tembusan ke Kementerian Dalam Negeri serta kemente,rian teknis terkait sebagai bagian dari pengusulan PSN.
“Harapannya, paling tidak revitalisasi Pasar Beran ini tetap bisa masuk PSN,” jelasnya.
Di luar jalur PSN, DPPTK Ngawi juga menyiapkan opsi pendanaan alternatif.
Di antaranya melalui skema tugas pembantuan (TP) dari APBN maupun dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Seluruh proses pengusulan, kata Nilam, telah ditempuh sesuai mekanisme musrenbang.
“Alhamdulillah, pasar yang kami usulkan semuanya sudah masuk short list dan insya Allah kategori super prioritas,” ungkapnya.
Nilam menyebutkan, kebutuhan anggaran revitalisasi Pasar Beran diperkirakan mencapai Rp 21,8 miliar.
Namun, nominal tersebut masih akan menyesuaikan dengan pagu yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Bagi kami, berapa pun anggaran yang nanti diberikan tetap kami syukuri, yang penting Pasar Beran bisa direvitalisasi,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto