NGAWI – Ketersediaan lahan makam di wilayah perkotaan Ngawi kian mengkhawatirkan.
Area pemakaman di empat kelurahan dinilai tidak lagi mampu menampung kebutuhan seiring pertumbuhan penduduk.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi menyiapkan pengadaan lahan makam baru pada tahun ini.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Ngawi (DPRKP) Maftuh Affandi mengatakan, keterbatasan lahan pemakaman telah menjadi keluhan warga di wilayah kota.
Karena itu, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk pengadaan lahan baru.
“Keterbatasan lahan pemakaman menjadi keluhan masyarakat wilayah kota,” ujarnya, Senin (26/1).
Menurut Maftuh, lahan makam baru tersebut diproyeksikan untuk melayani empat kelurahan, yakni Ketanggi, Margomulyo, Karangtengah, dan Pelem.
Lokasi yang direncanakan berada di Kelurahan Margomulyo dengan luasan sekitar 1,8 hektare.
Dengan luasan tersebut, lahan makam diperkirakan mampu menampung hingga 3.000 jenazah.
Pemerintah daerah berharap pengadaan lahan baru ini dapat menjadi solusi jangka panjang atas persoalan pemakaman di kawasan perkotaan Ngawi.
“Harapannya bisa menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan pemakaman di kawasan perkotaan,” katanya.
Dalam pengelolaannya, Pemkab Ngawi akan menerapkan aturan khusus agar kapasitas lahan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Makam tidak diperkenankan dibangun secara permanen menggunakan kijing atau beton.
Penandaan makam hanya diperbolehkan menggunakan rumput dengan penanda sederhana dari batu atau kayu.
“Agar kapasitas lahan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” tegas Maftuh. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto