NGAWI – Pembangunan kawasan terpadu Taman Pemuda Soekarno di Jalan Ring Road Barat, Desa Grudo, dipastikan berlanjut pada tahun ini.
Pemkab Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran miliaran rupiah untuk melanjutkan proyek tersebut secara bertahap.
Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPR Ngawi, Yesi Widiyarti, mengatakan terdapat beberapa fokus pembangunan pada tahap lanjutan tahun ini.
“Fokusnya meliputi pembangunan kantor kepemudaan, pendapa, serta pagar pembatas kawasan. Pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 5,6 miliar,” ujarnya, Senin (26/1).
Yesi menjelaskan, gedung kantor kepemudaan nantinya terdiri dari lima unit bangunan.
Setiap unit direncanakan dapat digunakan oleh dua organisasi kepemudaan, sehingga kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas, koordinasi, dan pengembangan komunitas pemuda di Kabupaten Ngawi.
“Satu kantor akan dihuni oleh dua organisasi kepemudaan,” jelasnya.
Selain kantor kepemudaan, DPUPR Ngawi juga akan membangun sebuah pendapa yang dapat difungsikan sebagai gedung pertemuan dan ruang kegiatan publik.
Sementara itu, pembangunan pagar dilakukan sebagai pembatas sekaligus penataan kawasan agar Taman Pemuda Soekarno tertata lebih rapi dan representatif.
“Saat ini masih dalam tahap persiapan tender,” terangnya.
Di sisi lain, rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang juga direncanakan berada di kawasan Taman Pemuda Soekarno belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Penyebabnya, kebutuhan anggaran pembangunan BLK dinilai cukup besar dan belum memungkinkan ditopang sepenuhnya melalui APBD.
“Untuk BLK, kami sedang mencoba mencarikan skema pembiayaan dari pemerintah pusat karena kebutuhan anggarannya mencapai sekitar Rp 20 miliar,” ungkap Yesi.
Pengusulan pembangunan BLK tersebut saat ini dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Ngawi ke Kementerian Ketenagakerjaan.
Namun, hingga kini pemerintah daerah masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
“Kalau nanti tidak bisa melalui skema pusat, bukan tidak mungkin dibangun melalui APBD, tetapi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto