Jawa Pos Radar Madiun – Penampilan memikat kembali tersaji dalam audisi Festival Dai Cilik wilayah Ngawi, Senin (2/2). Kali ini, giliran Azaliya Mumtaza Qur’ani yang unjuk kebolehan di hadapan dewan juri.
Siswi MIS Islamiyah Kedungwaru ini membuka penampilannya dengan cara yang manis, yakni melantunkan lagu bertema puasa.
Didukung ekspresi yang hidup serta intonasi suara yang tegas dan jelas, Azaliya sukses membangun suasana ceria sejak awal.
Membawakan tema "Ramadan Ceria, Belajar Puasa dengan Gembira", Azaliya mengupas tuntas makna puasa atau as-shaum.
Ia menjelaskan bahwa puasa adalah upaya menahan diri dari perbuatan kurang baik serta hal-hal yang membatalkan, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Baca Juga: Buka Tausiah dengan Lagu, Gaya Lucu Halima dari MIS Tahfidz Madinatul Huffadz Cairkan Suasana
Keindahan di Balik Tantangan Puasa
Dalam materinya, Azaliya mengakui bahwa meski puasa adalah ibadah yang indah, pelaksanaannya sering kali penuh tantangan. Rasa lelah dan gejolak emosi, seperti hilangnya kesabaran, kerap muncul sebagai ujian.
"Pelaksanaannya tidak selalu mudah dan penuh tantangan. Rasa lelah dan emosi, seperti mudah marah karena kurang sabar, sering muncul selama berpuasa," tuturnya.
Namun, ia menegaskan bahwa justru di balik kesulitan itulah letak keindahan puasa. Azaliya meyakinkan teman-temannya bahwa setiap usaha keras menahan diri akan diganjar pahala berlipat oleh Allah SWT.
Menutup penampilannya, Azaliya mengajak seluruh hadirin untuk menyambut bulan suci dengan penuh semangat.
"Ramadan yang ceria adalah Ramadan yang dijalani dengan hati gembira dan niat ibadah yang tulus," pungkasnya. (*)
Editor : Mizan Ahsani