Jawa Pos Radar Ngawi – Hati orang tua tujuh pelajar ini pasti amat sakit, dibohongi buah hati.
Anak yang pamit menuntut ilmu, ternyata tak sampai sekolah.
Melainkan, bolos di warung masuk Desa Cangakan, Kasreman, kemarin (10/2).
Akhirnya, kena ciduk satpol PP setempat.
“Mereka juga diketahui merokok dan main kartu remi,” kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Ngawi Budiono.
Penggerebekan aksi bolos berjamaah itu bermula saat terdapat banyak kendaraan terparkir di sekitar lokasi.
Seketika, sejumlah petugas korps penegak perda merangsek ke dalam warung.
Para gerombolan pembolos langsung berhamburan.
Beberapa kabur, berlari ke kebun tebu.
“Sebenarnya ada puluhan siswa, yang berhasil kami amankan tujuh,” ungkap Budiono.
Mereka yang terciduk lantas digelandang ke markas satpol PP.
Dari hasil pendataan, para pelajar tersebut berasal dari sejumlah jenjang.
Mulai SMP hingga SMA sederajat. Mayoritas pelajar SMK.
“Kami akan memanggil orang tua dan pihak sekolah agar pembinaan bisa maksimal,” ujarnya.
Pelajar bolos mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum.
Setidaknya, bagi warga yang melaporkan keberadaan sejumlah siswa di warung lokasi penggerebekan.
“Penertiban ini menindaklanjuti laporan warga, semoga hal serupa tidak terulang,” pungkas Budiono. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto