Jawa Pos Radar Madiun - Kevin Hendrakusuma sempat mengira namanya tak akan dipanggil.
Di antara ratusan peserta final TKA Challenge Jawa Pos Radar Madiun berkolaborasi dengan Genza Education Madiun, siswa kelas IX SMPN 2 Ngawi itu memilih duduk tenang.
Menunggu. Sampai akhirnya, pengumuman juara dibacakan.
Nama Kevin disebut sebagai juara I tingkat SMP/MTs.
Sejenak ia terdiam. Tak percaya. Lalu tersenyum, pelan.
’’Enggak nyangka,’’ ujarnya usai penyerahan medali juara TKA Challenge tingkat SMP/MTs, kemarin (10/2).
Kevin bukan tipe siswa yang heboh. Dia mengaku tak punya persiapan khusus yang mewah.
Tidak ada target besar. Tidak ada latihan berjam-jam.
Yang dia lakukan hanya nyicil belajar. Sedikit-sedikit. Tapi setiap hari.
’’Setiap hari saya nyicil belajarnya sedikit-sedikit. Dari hari sebelumnya saya sudah belajar di kelas maupun les,’’ katanya.
Rutinitas Kevin tak jauh beda dengan anak SMP pada umumnya.
Bangun pagi, berangkat sekolah, pulang, lalu les.
Setelah itu waktunya bisa dipakai main gim. Kadang sepak bola.
Tapi di sela-sela itu, Kevin menyelipkan waktu untuk latihan soal.
Terutama matematika. Itu pelajaran favoritnya.
Sekaligus yang paling dia percaya bisa menyelamatkan nilai saat ujian.
’’Matematika yang paling saya suka,’’ ujarnya.
Kevin tinggal di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.
Dia menilai soal-soal TKA Challenge lumayan sulit.
Ada yang membuatnya harus berpikir lebih lama.
Tapi dia tetap berusaha mengerjakan semua.
Dia pun mengaku punya alasan sederhana kenapa ikut kompetisi ini.
Bukan karena tuntutan orang tua. Bukan pula karena ambisi besar.
Dia hanya ingin merasakan lagi jadi juara.
’’Yang menginspirasi ikut TKA Challenge karena ingin menjadi juara aja. Karena lama enggak pernah juara,’’ imbuhnya.
Kemenangan itu membuat Kevin makin percaya diri.
Bukan semata soal piala atau hadiah.
Tapi tentang keyakinan bahwa usaha kecil yang dilakukan berulang-ulang ternyata bisa berbuah besar.
Kevin pun mulai menata mimpi.
Meski belum menentukan SMA mana yang akan dipilih, dia menyimpan satu cita-cita yang sudah tertanam lama: menjadi dokter.
’’Kedepannya mungkin saya bakal coba ikut-ikutan kayak gini lagi. Mana tahu bisa dapat inspirasi lagi,’’ katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto