Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tradisi Cukur Massal Jelang Ramadan di Melikan Ngawi, Anak-anak Antre Pangkas Rambut Gratis

Asep Syaeful • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:30 WIB
Sejumlah warga mengikuti cukur massal di halaman Masjid Jami’atul Muttaqien, Dusun Melikan, Desa Tempuran, Paron, Ngawi, Selasa (17/2), sebagai tradisi menyambut Ramadan. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
Sejumlah warga mengikuti cukur massal di halaman Masjid Jami’atul Muttaqien, Dusun Melikan, Desa Tempuran, Paron, Ngawi, Selasa (17/2), sebagai tradisi menyambut Ramadan. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Suasana Dusun Melikan, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, tampak berbeda.

Selasa pagi (17/2), anak-anak berlarian di halaman Masjid Jami’atul Muttaqien.

Sebagian membawa sapu untuk membersihkan area ibadah.

Beberapa yang lain duduk antre menunggu giliran pangkas rambut.

Ya, warga menggelar tradisi cukur massal menjelang Ramadan.

Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.

Diawali dengan kerja bakti, dilanjut potong rambut gratis bagi anak-anak, remaja, hingga bapak-bapak.

Dahulu, warga mencukur rambut secara sederhana dan bergantian.

Kini, kegiatan itu dibantu lima relawan dari komunitas barber profesional.

Mereka berpartisipasi secara cuma-cuma.

“Ikut cukur untuk menyambut Ramadan, biar rambut jadi rapi dan bagus. Gratis, senang, ramai, dan banyak temannya,” kata Kukuh Setia Sembodo, peserta tradisi cukur massal.

Tokoh masyarakat setempat Bambang Suparyono mengatakan, tradisi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang bulan puasa.

Selain menjaga kerapian, kegiatan itu memiliki makna simbolis sebagai bentuk pembersihan diri sebelum memasuki bulan suci.

“Cukur massal ini sudah tradisi tiap tahun. Maknanya menyucikan diri sebelum beribadah puasa dan agar lebih rapi saat salat tarawih. Tenaga cukurnya dari barber shop dan semuanya gratis,” jelas Bambang.

Kegembiraan anak-anak semakin terasa usai rambut mereka dipangkas.

Mereka bergegas menuju pancuran air di masjid untuk membersihkan sisa potongan rambut yang menempel di tubuh.

Tawa dan canda pecah di antara mereka, menambah hangat suasana kebersamaan warga.

Tradisi sederhana ini bukan sekadar potong rambut gratis.

Namun juga menjadi momentum mempererat solidaritas warga.

Di tengah persiapan menyambut Ramadan, semangat gotong royong terpancar dari wajah-wajah yang kini tampak lebih segar dan rapi. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#tradisi jelang ramadan #Barber Gratis #Cukur Massal Ngawi #gotong royong warga #Ramadan 2026 #Desa Tempuran Paron #dusun melikan #ngawi #Masjid Jamiatul Muttaqien #Kerja Bakti Masjid