Jawa Pos Radar Ngawi – Wajah Alun-Alun Ngawi batal dipercantik tahun ini.
Rencana penataan dipastikan urung lantaran anggaran yang semula disiapkan terkena realokasi.
Sejumlah ruas jalan kabupaten serta pembenahan Pasar Hewan Ngawi menjadi sasaran pengalihan dana sekitar Rp 20 miliar tersebut.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, realokasi dilakukan untuk menuntaskan target kemantapan jalan kabupaten 100 persen pada 2026.
“Memang janji kita kepada masyarakat, jalan kabupaten ini harus purna di tahun 2026, 100 persen. Kita evaluasi masih ada ruas jalan yang butuh penanganan segera,” katanya, Kamis (19/2).
Menurut Ony, sejumlah ruas prioritas di antaranya pelebaran jalan ruas Kedunggalar hingga Jati Gembol, tepatnya dari perempatan Jati Gembol sampai Dawung, Jogorogo.
Selain itu, perbaikan juga dilakukan di ruas Soco–Dadapan, Kendung–Mangunharjo, Krawut, serta sejumlah titik perbaikan sayap jembatan.
Dia menyebut, bila ruas-ruas tersebut tertangani, capaian kemantapan jalan kabupaten akan mendekati 100 persen.
Sebab, masih tersisa dua ruas, yakni Karangjati–Rejuno dan Bangunrejo–Gembol Karanganyar yang masuk program Inpres Jalan Daerah (IJD) dan akan ditangani pemerintah pusat.
“Kalau dua ruas jadi diintervensi pusat, kita sudah 100 persen. Tapi kalau tidak, minimal jalan mantap kita sudah di posisi 98 persen,” jelasnya.
Selain untuk jalan, sebagian anggaran sekitar Rp 6 miliar digunakan membenahi Pasar Hewan Ngawi di Jalan Supriyadi, Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi.
Ony menilai kondisi pasar hewan memprihatinkan, terutama pada landasan dan fasilitas penempatan hewan.
“Pasar hewan kita juga prihatin. Landasannya butuh diperbaiki, karena banyak hewan yang terjatuh sehingga dampaknya menurunkan harga hewan itu,” terangnya.
Sebelumnya, Pemkab Ngawi merencanakan penataan Alun-Alun Ngawi yang dikenal sebagai salah satu yang terluas di Jawa Timur.
Fokusnya meliputi perbaikan trotoar untuk menunjang olahraga warga, pembenahan lapangan basket, futsal, tenis, hingga renovasi bangunan kafe di pojok timur alun-alun.
Namun, Ony memastikan setelah target kemantapan jalan tercapai, pembangunan akan kembali difokuskan pada sektor pendukung.
“Seperti pelebaran Jalan Ahmad Yani, stadion, alun-alun, balai pemuda, serta fasilitas kesenian dan kebudayaan,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto